Konsorium BUMN-PDPA Akan Kembangkan KEK Lhokseumawe

SERAMBI INDONESIA : 11 MEI 2016

TIGA Badan Usaha Milik  Negara (BUMN) DAN Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) akan membentuk konsorium (pembiayaan bersama) untuk mengembangkan kawasan Ekonomi khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Ketiga BUMN tersebut adalah; PT Pertamina, PT Pelindo I, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

“Kami siap bekerja sama dengan perusahaan daerah untuk membangun Aceh,” kata Direktur Energi Baru Terbarukan PT Pertamina, Yenni Andayani, saat melakukan pertemuan dengan unsur Pemerintah Aceh di Meuligo Gubernur Aceh, selasa (10/5)

Sinergi tiga BUMN ditambah satu perusahaan daerah ini, kata Yenny, akan membuat Aceh menjadi Daerah yang mampu memenuhi kebutuhan sektor energi, baik skala nasional hingga internasional. Yenny meyakini, Aceh bisa menjagi daerah yang unggul dalam hal energi bersih. “Aceh merupakan daerah yang sangat strategis dan ideal sebagai pintu gerbang melakukan ekspansi ke pasar internasional, khususnya Asean. Aceh akan menjadi gerbang ekspor dunia,”katanya.

Direktur Utama PT PIM, Achmad Fadhiel, juga mengatakan komitmenya. Ia mengatakan, pembentukan KEK akan menampung tenaga kerja baru hingga 30. 000 orang di Aceh. Hal yang sama juga ditegaskan Hamid Wijaya, Direktur PT Pelindo I. Menurutnya, bekas kilang LNG Arun sangat bagus jika dikembangkan menjadi menjadi kawasan industri.

Keempat Konsorium (termasuk PDPA) mengharapkan agar Gebernur Aceh segera membentuk tim khusus agar bisa secepatnya mendeklarasi konsorium tersebut. “Harus ada timeline dan rencana kerja agar perjalanan kita kongkrit dan pasti,” ujar Asisten II Sekretaris Daerah Aceh, Azhari Hasan. Dikatakannya, pernyataan PDPA sebagai pengusul untuk pengembangan KEK Arun Lhokseumawe adalah untuk menyehatkan PDPA itu sendiri.

 “Dengan masuknya PDPA dalam konsorium dalam tiga perusahaan besar tersebut akan membuat penyehatan PDPA semakin cepat. Intinya ketiga perusahaan BUMN itu ingin membantu pemerintah Aceh,” kata Azhari.

Empat konsorium yang bergabung dengan pengembangan KEK, masing-masig akan memegang peranan. PT Pertamina akan mengembangkan sektor energi (minyak dan gas) beserta fasilitas infrastruktur pendukungnya, PT PIM bersama PT Pupuk Indonesia Gruop akan mengembangkan cluster industri petrokimia yang ramah lingkungan, PT Pelindo I akan menangani pelabuhan dan logistik, sedangkan PDPA akan mengembangkan agro industri pendukung ketahanan pangan. Gebernur Zaini mengatakan, dengan pembentukan KEK, Aceh akan menjadi leading dalam industri migas, agro industri dan pelabuhan dan logistik di Indonesia.

Melalui pertemuan tersebut, Gebernur ingin mempertegaskan komitmen bersama untuk percepatan pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe oleh BUMN dan PDPA, diantaranya melalui pembentukan konsorsium BUMN dan PDPA sebagai pengusul dan pengelola. “saya ingin mendengar rencana pengembangan kawasan dari masing-masing BUMN, Pertamina, PT PIM dan Pelindo I,” ujar Gebernur.

Dari pertemuan itu, Gebernur meminta agar segera disusun agenda dan strategis kedepan agar peraturan pemerintah (pp) tentang persetujuan KEK Arun Lhokseumawe dapat terealisasi dalam tahun anggaran 2016.