Puluhan Siswa SMA Ikut Transfer Knowlegde

Rakyat Aceh : 14 April 2016

KRUENG GEUKEUH-PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Krueng Geukeuh, Aceh Utara, mengadakan Transfer Knowlegde atau mentransfer ilmu pengatahuaan dan pemahaman, yang diikuti oleh 44 Siswa SMA PT PIM, yang berlangsung diruang gedung diklat, Rabu (13/4).

Ketua Yayasan Kesejahteraan karyawan PT PIM, Suryadi sebagai pengelola SMA PT PIM mengatakan , tujuan transfer knowlegde untuk mempersiapkan tenaga terampil atau tenaga siap pakai bagi pemuda desa sekitar perusahaan dikecamatan Dewantara pasca pendidikan.

Suryadi mengatakan pelatihan meliputi bidang listrik, instrumen pabrik dan informasi itu berlangsung selama enam bulan tidak mengganggu Jadwal kegiatan belajar, karena pelatihan setiap hari mulai pukul 14. 00 s/d 16. 00 WIB.

Camat Dewantara Amir Hamzah menyambut baik  program pembekalan pendidikan yang diluncurkan oleh PT PIM, karena bersinergi dengan program yang dilaksanakan oleh Bupati  Aceh Utara dalam rangka peningkatan kualitas SDM.

Menurut Amir Hamzah, Pembinaan dan pembekalan yang diberikan oleh PT PIM, merupakan langkah awal yang baik. Apalagi. Selama ini pembinaan anak- anak sekolah terasa sangat kurangdengan terindikasinya banyak anak- anak sekolah yang terlibat sabu-sabu

“Dari Puskesmas Dewantara saja saat ini  tercatat lebih kurang 275 orang anak-anak sekolah tingkat SMP dan SMA terindikasi memakai sabu-sabu,” cetusnya.

Direktur SDM & Umum PT PIM Usni Syafrizal mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi SDM anak-anak SMA PIM  dan masyarakat kecamatan Dewantara pada umumnya.

Usni Syafrizal menyebutkan, Pelatihan ini sejalan dengan progaram kebijakan yang dilaksanakan PT PIM sangat berkeinginan meningkatkan skill dan kredibilitas dari siswa sekolah yang ada disekitar perusahaan namun tahap awal kita dimulai dari SMA PIM dulu sebagai cikal bakal.

“ PT PIM saat ini sedang meningkatkan program pendidikan untuk karyawannya, dalam tahun ini saja perusahaan akan mengirim karyawan ke Manchester, Inggris untuk mengambil pendidikan S-2 atas biaya perusahaan, kami juga mengharapkan untuk siswa sekolah juga seperti itu,” katakannya.

Selain itu, lanjut Usni Syafrizal, untuk meningkatkan kompensi bagi siswa SMA harus benar-benar mengikuti pelatihan ini. Apalagi, dalam persaingan MEA tidak bisa lagi dibendung siapa saja boleh masuk untuk bekerja di indonesia.

“ Kedepan kita berhadapan dengan tenaga kerja yang berkompetitif  dari luar negeri seperti Malaysia, Singapure, Thailand, dan Filiphina juga Sebaliknya kita bebas bekerja disana. kalau tidak siap kita akan sebagai penonton saja di negeri sendiri atau sebagai pekerja kasar ,” pungkasnya.