2015, Produksi Urea PT PIM Lampaui Target

Serambi Indonesia : Rabu, 6 Januari 2016

KINERJA PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dalam memproduksi dan memasarkan pupuk urea pada 2015 dilaporkan cukup baik. Hal itu terlihat dari jumlah produksi urea yang melampaui target hingga 113,26 persen. Target produksi  tahun 2015 sebanyak 370.000 ton, tapi PT PIM mampu memproduksikannya hingga 419.053 ton.

“Jumlah target itu disesuaikan dengan alokasi kebutuhan total pupuk urea bersubsidi di Rayon-rayon  PT PIM yang meliputi enam provinsi, yaitu Aceh,Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau Kepulauan Riau, (kepri) dan Kalimantan Barat, “ kata Direktur Utama PT PIM EKO SUNARKO, kemarin.

Sedangkan prestasi kinerja bidang pemasaran, kata EKO, PIM memasarkan urea 95,5% atau 364.282 ton, dari target 381.970 ton. Sementara untuk pemasaran pupuk organik mencapai 42.663 ton dari rencana 63.100 ton atau 67,6%. Daya serap urea dan pupuk organik dipengaruhi terjadinya kemarau panjang, dampak EL Nino.

Khususnya daya serap pupuk organik, disamping dampak EL Nino juga terpengaruhi terjadinya erupsi Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara, yang merupakan daerah konsumsi organik yang tinggi, khususnya untuk tanaman holtikultura.

“PIM juga siap mengamankan jumlah kebutuhan pupuk dipuncak musim tanam rendengan Oktober 2015 hingga maret 2016. Stok Urea PT PIM yang ada di Lini lll aman mencapai 152.101 ton,  guna memenuhi kebutuhan pupuk urea bersubsidi selama 5 bulan dari kebutuhan rata rata per bulan sekitar 35.000 ton. Sedangkan stok di Lini ll sampai lll (gudang provinsi dan kabupaten) mencapai 96.348 ton urea, “terang dirut PIM

Angka tersebut untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea subsidi selama 3 (tiga) bulan. Jumlah ini juga melebihi dari ketentuan stok yang ditentukan Pemerintah sesuai surat keputusan (SK) Mentri Perindustrian dan Perdagangan (Memperdag) Nomer 15/2013, yang minimal cukup untuk kebutuhan selama tiga minggu.

“Untuk meningkatkan kontinuitas pasokan pupuk urea bersubsidi, PT PIM juga akan meningkatkan sistem monitoring dan pelaporan stok melalui wilayah pemasaran dan petugas lapangan setempat,”pungkas EKO.

Petani diminta siapkan RDKK

Direktur komersil PT PIM, husni achmad zaki, mengatakan agar distribusi pupuk berjalan efektik, manajemen PT PIM mengharapkan kerja sama dinas terkait dan petani dalam menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), sebab sampai saat ini masih ada petani yang belum masuk RDKK. Hal ini penting untuk memastikan petani mendapatakan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

“Bila petani tidak masuk ke dalam kelompok tani dan tidak terdaftar dalam RDKK, maka petani tersebut akan kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi, “terang Husni Achmad Zaki.

Disamping kesiapan infrastruktur, PT PIM juga selalu mengadakan koordinasi dengan dinas terkait, ekspeditur distributor, dan kios setempat, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi ke petani lancar sesuai ketentuan. Tahun 2015 merupakan tahun ketiga dari proses transfromasi di PT PIM, yang merupakan tahun yang penuh tantangan dalam kelanjutan usaha perusahaan tersebut.

Berharap Harga Gas Lebih Ekonomis

Direktur Umum dan SDM PT PIM, Usman Mahmud berharap Pemerintah dapat menetapkan kebijakan harga gas ke arah yang lebih ekonomis, seperti harga perolehan anggota holding PT Pupuk Indonesia lainnnya, agar PIM kembali dapat bersaing di pasar non subsidi / ekspor. Sehingga PT PIM lebih konsentrasi kepada upaya untuk menjaga pasokan pupuk subsidi untuk menunjang ketahanan pangan nasional. Harga gas yang tinggi menyebabkan tingginya biaya produksi.

“Ini sesuai dengan perintah Presiden RI pada peresmian pabrik pupuk kaltim-5 tanggal 9 November 2015 dibontang PT PIM telah mendapat persetujuan dari pupuk indonesia (persero) selaku pemegang saham untuk mengkaji lebih detail program gasifikasi batu bara guna memenuhi kebutuhan bahan baku gas operasional 2 pabrik PT PIM, sehingga diharapkan 2 pabrik yang dimiliki PT PIM dapat beroprasi secara penuh, “demikian Usman Mahmud.