Tingginya Harga Gas, Ancaman Bagi Kelangsungan Hidup PT. PIM

Waspada : 24 Februari 2014

TAK terasa usia PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) telah beranjak dewasa, tepat pada tanggal 24 Februari 2014 genap berusia 32 tahun, meskipun dalam perjalan hidupnya, PIM banyak mendapatkan tantangan dan hambatan, mulai dari mahalnya harga gas hingga mengalami kerugian akibat terjadinya penurusan nilai tukar rupiah yang cukup besar sekitar 25 persen pada tahun 2013.

Kondisi tersebut menyebabkan kinerja perusahaan selama tahun 2013 belum mampu menunjukkan hasil yang menggembirakan, realisasi produksi, pemasaran dan keuangan di bawah target. Realisasi urea sebesar 392.903 ton atau 79 persen dari target 500.000 ton, sedangkan realisasi produksi ammonia sebesar 315.817 ton atau 93 persen dari target 340.000 ton.

Selanjutnya realisasi pemasaran urea subsidi sebesar 372.716 ton dari target 369.500 ton (100,9 %) sedangkan realisasi urea non subsidi pada tahun 2013 hanya 221 ton dari target 130.500 ton, itupun untuk menghabiskan stok yang ada di gudang Sumatera Utara. Total pemasaran urea tahun 2013 sebesar 372.937 ton atau 75 persen dari target 500.000 ton.

Begitupun, dalam kondisi pahit, pada tahun 2013, PIM masih mampu mempersembahkan beberapa hal yang membanggakan, seperti Hari Tanpa Kecelakaan Kerja mencapai 1015 hari, dan tercatat hari tanpa kecelakaan kerja fatal dari tahun 2010. Kemudian realisasi Survey Kepuasan Lingkungan tahun 2013 mendapat score 78.99 persen dan masuk dalam katagori baik.

Selanjutnya, Assesment Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) tahun 2013 oleh asessor dari PIHC mendapat score 464 dari target 431 dan masuk dalam katagori Early Improvement.

Pada kesempatan itu, Eko Sunarko, Direktur Utama PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM, Minggu (23/2) pagi kepada Waspada mengatakan, pada tahun 2014 ini, tantangan yang dihadapi PIM tidak lebih ringan dari tahun 2013.

Pada tahun 2014, target produksi urea 336.000 ton dan target NH3 sebanyak 220.000 ton. semestinya untuk mencapai terget sebanyak itu tidak sulit bagi PIM, karena kapasitas pabrik 570.000 ton, kendalanya untuk mencapai target tersebut disebabkan pada tahun 2014 harga gas cukup tinggi mencapai USD 10.5/mmbtu dari BP Tangguh.

dengan rasio konsumsi gas 37,70 mmbtu per ton. Semestinya untuk mencapai target sebanyak itu tidak sulit bagi PIM, karena PIM memproduksi urea hanya untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi. Sulitnya untuk mencapai target tersebut disebabkan pada tahun 2014 harga gas cukup tinggi mencapai USD10,5/mmbtu dari BP Tangguh.

Untuk menjamin kebutuhan gas ke depan, pada tahun 2014, akan dilakukan pembicaraan dengan Exxon Mobil untuk pemanfaatan Tail Gas dan dengan Medco untuk kebutuhan gas 10 tahun kedepan.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di PT PIM itu juga mengatakan, pada peringatan hari jadi ke-32, PIM  memberikan penghargaan kepada karyawan/wati yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Pada peringatan hari jadi tersebut, PIM juga memberikan penghargaan kepada karyawan dari jajaran unit kerja sebagai Karyawan Teladan.

“Kepada mereka yang memperoleh penghargaan, kami dari jajaran Direksi mengucapkan selamat dan terimakasih atas pengabdiannya di PT PIM selama ini. Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada panitia HUT PIM ke-32 atas segala kerja kerasnya. Semoga dengan event HUT PIM menjadikan keluarga besar PIM lebih kompak dan semua kita berdoa kepada Allah, SWT, semoga masalah yang kita hadapi bisa segera teratasi,” ucap Eko Sunarko.