Tahun Ini PIM kurangi Produksi

Serambi Indonesia : O4 Januari 2013

Lhokseumawe – Tahun ini PT PIM akan mengurangi produksi urea dari sebelumnya 392.903 ton menjadi 369.200 ton. Penyebabnya, harga produksi melebihi harga jual pupuk. “Terkait hal itu, kita hanya akan operasikan satu dari dua pabrik yang ada. Konsekuensinya, kita akan lakukan penyesuaian jumlah tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan dan akan dilakukan secara bertahap.” Ujar Direktur Utama PT PIM, Eko Sunarko kepada Serambi, Jumat (3/1)

Dikatakan, pihaknya hanya memproduksi untuk memenuhi kuota wajib pupuk bersubsidi di lima provinsi seperti ditugaskan pemerintah. Kelima provinsi itu adalah Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri dan Kalimantan Barat.

Menurut Eko, permintaan pasar akan pupuk tetap tinggi, Namun pihaknya tidak bisa memproduksi diluar kewajiban sebagai produsen pupuk bersubsidi karena kesulitan memperoleh harga gas yang sesuai.

Dikatakan. Selama ini PT PIM memasok gas dari PT Tangguh Irian dengan nilai beli mencapai 10 Dollar per mmBtu dari harga normal 7 Dollar per mmBtu.

Angka itu. Lanjut Eko sunarko, merupakan harga gas termahal di dunia untuk pabrik pupuk, namun, hal itu harus ditempuh pihaknya karena belum ada regisifikasi di PT Arun ”jadi, nanti pasokan gas untuk PT PIM dari PT Tangguh Irian akan dibarter dengan gas dari PT Arun. Adapun ekspor gas untuk Korea yang semestinya dari PT Arun akan langsung disuplai oleh PT Tangguh Irian.” Jelasnya

Ditambahkan, kebijakan itu dikeluarkan pemerintah karena pupuk merupakan prioritas utama distribusi gas. Meskipun harga pokok produksi tetap mengandalkan subsidi pemerintahm namun tingginya harga gas membuat pihaknya tidak bisa menjual pupuk ke pasar nonsubsidi yaitu ke kebun industri dalam negeri dan mengekspor ke luar negeri.