Malam ini PT. PIM Melakukan Pengantongan Akhir

http://acehshimbun.com

Senin, 31 Desember 2012 22:07

LHOKSEUMAWE - Ketika masyarakat lain berkumpul membanjiri berbagai kota untuk menyambut tahun baru 2013, namun para karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) harus bekerja di Pabrik persisnya di gudang produksi. Semua petinggi termasuk dewan Direktur Utama PT PIM dan sejumlah direksi berkumpul di gudang, untuk mengikuti acara pengantongan terakhir produksi PT PIM untuk tahun 2012 yang ditargetkan harus memproduksikan pupuk urea sebanyak 570 ribu ton.

Pada jam 00.00 WIB, Dirut PT PIM Drs Eko Sunarko dengan para direksi lainnya, harus memegang kantor pupuk untuk sebagai tanda penutupan produksikan pupuk bersubsidi dengan pengantongan terakhir. Acara seperti ini memang telah dilakukan tiap tahun. Namun, tahun ini PT PIM tidak tercapai target produksinya, karena ada kendala dengan kehabisan stok bahan baku gas.

Menurut sumber di PT PIM, pada tahun sebelumnya perusahaan PIM selalu melebihi target produk pupuk urea bersubsidi. Tapi, kali ini dibawah 550.000 ton. Kekurangan produksi tersebut tahun ini disebabkan perusahaan sempat tidak berproduksi, akibat kerusakan teknis di PT Arun yang tidak dapat mensuply gas ke PT PIM, begitupun tidak menjadi masalah, kalau untuk pupuk bersubsidi kebutuhan petani Aceh masih banyak stok digudang tidak ada pengaruhnya.

Menurut Sumber dari perusahaan PIM, kalau terjadi kerusakan di PT Arun, tentu sangat terpengaruh dengan PT PIM, yakni masukan gasnya. Sehari saja bahan baku gas tersendat, kehilangan produksi PT PIM sebanyak, 1.750 ton/ hari. Bayangkan saja kalau sempat tersendat beberapa minggu, karena hal tersebut membuat PIM tak tercapai target tahun ini.

Sementara Direktur SDM dan Umum, Usman Mahmud yang ditanyai membenarkan Senin (31/12) paada pukul 00.00 WIB PIM akan melakukan pengantongan terakhir. “Kami bertahun baru di gudang, kata Usman.” Namun, Usman menolak memberikan komentar tentang produksi PIM yang kurang, karena tak ada wewenang, nanti akan direlis oleh bagian Humas, “saya tak ingat angka pasti berapa produksi tahun  2012,” ujarnya.