Pupuk PIM Organik Semakin Diminati Petani

Atjehlink : Jumat, 7 Desember 2012

http://atjehlink.com/pupuk-pim-organik-semakin-diminati-petani/

Lhokseumawe – Sejak ditugaskan pemerintah untuk untuk memproduksi pupuk organik pada tahun 2011,  pemasaran PIM Organik secara perlahan menunjukkan peningkatan. Petani mulai menyadari pentingnya pupuk organik selain pupuk anorganik yang digunakan selama ini.

Hal ini dikatakan Sekretaris PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM), Teuku Syakban Daud saat dikonfirmasi AtjehLINK, menyangkut sebaran produk pupuk organik milik PIM di Lhokseumawe dan Aceh Utara, Kamis (6/12).

Menurutnya ada enam manfaat pemakaian pupuk organik produksi PIM antara lain memperbaiki kualitas dan struktur tanah, meningkatkan daya serap dan simpan air, mempercepat perkembangan akar, memberikan unsur hara mikro untuk merangsang pertumbuhan tanaman, memberikan antibodi bagi tanaman sehingga tahan terhadap serangan hama penyakit serta menyehatkan tanaman, dan sesuai untuk semua jenis tanah dan tanaman

Sejumlah manfaat pemakaian pupuk organik PIM oleh petani kata Syakban, dikarenakan pupuk organik tersebut mempunyai berbagai macam kandungan, disamping ramah lingkungan juga sangat menguntunkan petani. Adapun spesifikasi yang terkandung dalam pupuk organik PIM tersebut sebagai berikut : C Organik : 13.06 %, C/N rasio : 20.40 %, Kadar Air : 14.44 %, pH : 7.5, N : < 6 %, P dalam K2O : < 6 %, K dalam K2O : < 6 %, bentuk granul, ukuran : 2 – 4 mm.

Untuk saat ini lanjut Syakban,  jumlah kapasitas produksi PIM Organik sebanyak 12.000 ton per tahun dan dapat ditingkatkan apabila kebutuhan petani semakin meningkat. Saat ini harga jual PIM Organik ditetap pemerintah berdasarkan Permentan Nomor: 87/Permentan/SR.130/12/2011, untuk HET Pupuk Organik sebesar Rp 500/kg.

“Produksi pupuk PIM organik dipasarkan hanya pada beberapa kabupaten yang ada di Sumut dan Aceh sesuai dengan rayon yang diberikan holding. PIM berharap rayon tersebut dapat ditambah dan ditetapkan sama dengan rayon urea subsidi yang meliputi Propinsi Aceh, Sumut, Riau, Kepri, Sumbar dan Kalimantan Barat,” harap Syakban. (Fahrizal Salim)