PIM Salurkan Pupuk Organik di Tujuh Wilayah

Medan Bisnis

Jumat, 19 Okt 2012 08:03 WIB

MedanBisnis – Lhokseumawe. Penyaluran pupuk organik di Aceh yang dilakukan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) hanya untuk tujuh wilayah kabupaten/kota, sementara sisanya 16 wilayah lagi disalurkan perusahaan lain. Hal ini merupakan keputusan PT Pupuk Indonesia sebagai holding company. “Begitu juga penyaluran untuk wilayah Sumatera Utara, PIM hanya mendapat jatah empat wilayah,” ungkap GM Pemasaran PT PIM, Usni Syafrizal kepada MedanBisnis, Kamis (18/10).

Berbeda dengan penyaluran pupuk urea bersubsidi, justru wilayah pemasaran diperluas terhitung 1 November 2012. Pemerintah pusat telah menetapkan Kalimatan Barat menjadi wilayah pemasaran pupuk urea bersubsidi PT PIM, dan PIM mendapat jatah penyaluran di enam propinsi Indonesia.

Di sisi lain dijelaskan, sejak diluncurkan Oktober 2011, hingga saat ini pupuk organik mendapat sambutan positif petani. “Selain harga murah, pemanfaatan pupuk organik dinilai aman dan berdaya serap tinggi,” kata Usni.

Produksi pupuk organik untuk tahun pertama hanya 12.000 ton per tahun, namun seiring waktu mengalami peningkatan hingga 110.000 ton per tahun untuk dipasarkan di Aceh dan Sumut.

“Kemungkinan besar ada peluang untuk dipasarkan di luar Aceh dan Sumut, karena pupuk organik memiliki keunggulan tersendiri,” imbuhnya.

Usni menyebutkan, keunggulan pupuk organik di antaranya mampu memperbaiki kualitas dan struktur tanah, meningkatkan daya serap dan simpan air, mempercepat perkembangan akar, memberikan unsur hara makro dan mikro untuk merangsang pertumbuhan tanaman, serta memberikan antibody sehingga tanaman tahan serangan hama. Keunggulan lain pupuk organik adalah berbentuk granul sehingga mudah diaplikasikan, aman dan ramah lingkungan, apalagi dikemas dalam kantong kedap air.

“Harga jual juga murah, karena mengacu Peraturan Menteri Pertanian yakni Rp 500 per kilogram atau Rp 20.000 per sak ukuran 40 kilogram,” pungkasnya. (sugito tassan)