PIM Siap Salurkan Pupuk Urea Bersubsidi Sesuai SK Gubsu

www.analisadaily.com

Selasa, 02 Okt 2012 01:32 WIB

Medan, (Analisa). Ketersediaan pupuk urea bersubsidi untuk musim tanam rendeng Oktober 2012 – Maret 2013, wilayah Sumatera Utara mencukupi. PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) selaku pihak yang diberi tanggung jawab untuk menyalurkan pupuk urea bersubsidi tersebut siap mengalokasikan ke petani di Sumut sesuai SK Gubsu.

"Untuk kesiapan musim tanam (MT) II ini, pupuk urea bersubsidi yang akan kami alokasikan sesuai SK Gubsu 2012 sebanyak 105.625 ton. Alokasi ini total keseluruhan kebutuhan urea mulai bulan Oktober 2012 sampai dengan Maret 2013," ujar Direktur Komersial PT PIM Husni A Zaki kepada wartawan,di sela-sela acara Kesiapan PT PIM dalam Menghadapi Musim Tanam Rendeng (Okmar) di Provinsi Sumut, di Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam, Medan, Senin (1/10) .

Zaki didampingi GM Pemasaran Usni Syafrizal, Manajer Penjualan Sampurna dan Kepala Pemasaran Wilayah Sumut Pendi Effendi Rachmat, merinci alokasi urea yang akan disalurkan sesuai SK Gubsu untuk Oktober 2012 21.695 ton, November (22.327 ton), dan Desember (21.034 ton).

Kemudian Januari 2013 (12.510 ton), Februari (13.484 ton) dan Maret sebanyak 14.575 ton. "Patokan kita adalah SK Gubsu dan inilah yang akan ditebus oleh para distributor yang menjadi mitra kerja kita," ujarnya.

Zaki mengungkapkan, dalam kenyataannya di lapangan, realisasi penyerapan pupuk oleh petani selalu di bawah dari angka alokasi yang ditetapkan tersebut. Sebagai contoh, realisasi penyerapan urea bersubsidi oleh petani untuk bulan September 2012 hanya berkisar 14.369 ton atau 66,71 persen dari yang dialokasikan sebanyak 21.539 ton.

Total realiasi urea selama Januari hingga September 2012, 116.040 ton atau 81,41 persen dari yang dialokasikan sebanyak 142.540 ton. "Secara rata-rata realisasi di bawah 100 persen kecuali untuk bulan Februari dan Maret realisasinya di atas 100 persen masing-masing 14.400 ton dari alokasi 13.484 ton (106,8 persen) untuk Februari dan 17.043,15 ton dari alokasi 14.574 ton atau 116,94 ton untuk Maret," terang Zaki sembari menambahkan tingkat kebutuhan pupuk sepanjang Oktober hingga Maret bisanya lebih tinggi dari bulan-bulan sebelumnya.

Penyerapan Rendah

Rendahnya penyerapan urea ini menurutnya, tidak hanya terjadi di Sumut saja tetapi hampir seluruhnya di tanah air. "Tapi, itulah data yang sebenar-benarnya kebutuhan pupuk oleh petani kita," ujarnya.

Terhadap sanksi kepada distributor yang tidak bisa menebus sesuai alokasi, Zaki mengatakan, pihaknya tidak memaksa distributor itu harus menebus pupuk sesuai alokasi SK Gubsu.

"Mungkin saja, di suatu daerah itu sedang musim kemarau sehingga terjadi pergeseran musim tanam pada bulan itu. Jadi, kami juga mempelajari alasan yang mereka sampaikan. Dan, nantinya kita akan melakukan realokasi ke daerah yang penyerapannya tinggi dari penyerapannya rendah," jelasnya.

Secara umum kata Zaki, penggunaan pupuk di tingkat petani saat ini mulai baik, dalam arti kata berimbang, tidak hanya urea saja misalnya, tetapi juga menggunakan ZA, KCl, TSP dan pupuk organik.

Mengenai stok urea bersubsidi, menurut Zaki, per September 2012 stok di gudang lini II (Belawan) sebanyak 4.173 ton. Sedangkan di gudang lini III totalnya ada 17.255 ton yang berada di Gudang Tanah Karo 2.818 ton, Gudang Simalugun (2.470 ton), Gudang Rantau Prapat (2.412 ton), Gudang padangsidempuan (1.827 ton), Gudang Balige (2.182 ton), Gudang Asahan (827 ton) dan Gudang Sidikalang sebanyak 546 ton ton.

"Stok ini cukup untuk kebutuhan tiga minggu ke depan. Stok ini belum termasuk yang ada di gudang distributor maupun yang ada di kios-kios pengecer resmi dan stok dalam perjalanan dari lini I (pabrik)," ungkapnya. (rrs)

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/10/02/78147/pim_siap_salurkan_pupuk_urea_bersubsidi_sesuai_sk_gubsu/#.UISjtchjNkg