Laporkan Distributor Dan Penjualan Pupuk Nakal

Dilansir dari Media Harian Waspada

Terbitan tanggal 02 Januari 2012.

BIREUEN (Waspada): Kepala Dinas Prindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disprindagkop) Bireuen, Asnawi melalui Kasie Pengawasan dan Perlindungan Konsumen dan Jasa Die Palar meminta kepada para petani diwilayah Kabupaten setempat untuk segera melaporkan bila menemukan distributor dan pedagang yang menjual pupuk diatas Harga Eceran Tetap (HET) yang ditetapkan pemerintah, supaya pihaknya dapat menindak tegas sesuai ketentuan dan wewenangnya.

“Kami baru selesai melakukan sidak selama dua hari ke sejumlah kecamatan dalam wilayah kabupaten Bireuen, paska ada pemberitaan di media serta informasi bahwa ada beberapa pedagang menjual pupuk bersubsidi di atas HET,” kata Die Pelar kepada Waspada Sabtu (31/12).

Saat melakukan sidak, lanjutnya, memang benar sebagaimana yang diinformasikan yang diterima pihaknya ada pedagang nakal yang menjual pupuk tersebut diatas HET yaitu, diantaranya menjual Rp 85 ribu per sak, bahkan ada yang menjual sampai Rp 100 ribu per sak ukuran 50 Kg atau dijual per kilonya antara  Rp 1.800 – Rp 2.000, sedangkan harga yang ditetapkan pemerintah Rp 80 ribu per sak.

“Setelah kami mendapat informasi lalu kami membentuk Tim, kemudian kami lakukan sidak dan pada saat itu kami menemukan sebagaimana informasi, yaitu ada pedagang yang menjual pupuk diatas HET, bahkan hampir seluruh distributor dan pengecer menjual pupuk bersubsidi diatas HET” ungkapnya.

Namun, lanjut Die Pelar lagi, berdasarkan penelusuran pihaknya pada hari itu juga para pedagang mengemukakan, karena biaya tebusannya pada distributor yang agak tinggi bukan seperti yang telah ditetapkan, sehingga pengecer terpaksa menjualnya juga diatas HET. “hasil  kami selidiki kesalahan utamanya adalah pada distributor, karena mereka menjual pupuk urea diatas HET kepada pedagang pengecer, sehingga pengecerpun menjualnya melebihi HET,” jelasnya.

Berdasarkan temuan tersebut pihaknya telah menasehati sekaligus menegur pedagang dan distributor, sehingga ada seorang penjual meminta maaf atas kekeliruannya dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan yang sangat menyengsarakan petani.

Setelah itu, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Bireuen Sofyansyah dan Kepala Kasad Reskrim Polres Bireuen Iptu Benny Cahyadi untuk proses selanjunya. (cb02)

 

(Humas PIM. Ns:1510)