Menneg BUMN Dukung Pembangunan Aceh

Media Harian Waspada

MENNEG BUMN Dahlan Iskan mendengarkan paparan Marzuki Daud dan Nasir Jamil tentang pembangunan Aceh didampingi dua tokoh Aceh Syamsudin Mahmud dan Bahtiar Ali.

Jakarta (waspada): Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan Mendukung Konsep Forum Bersama Anggota DRP RI Aceh untuk meningkatkan pembangunan Aceh baik melalui industrinya maupun pembangunan melalui sumber daya alam dan sumber daya manusia.

“Program pembangunan apapun di Aceh sepanjang untuk kemaslahatan ummat pasti kami dukung” kata Dahlan Iskandar saat menerima forum bersama DPR RI Aceh di Jakarta Rabu (21/12)

Menneg BUMN menerima Forbes DPR RI Aceh Marzuki Daud, Nasir Jamil dan didampingi dua tokoh Aceh Bahtiar Ali dan Profesor Syamsudin Mahmud dalam acara makan siang sekaligus membicarakan masalah Aceh.

Nasir Jamil yang juga ketua Forbes Aceh DPR RI dan Marzuki Daud meminta kepada Menneg BUMN untuk mendukung berfungsinya terminal Gas Arun yang nantinya dapat dialirkan ke Pangkalan Berandan di Sumetera Utara, sehingga selain berfungsi mengisi kebutuhan gas untuk masyarakat juga dapat digunakan oleh PLN di Sumut. “jadi kunjungan kami ke menteri BUMN, selain membicarakan masalah Aceh juga menyinggung kepentingan masalah Listrik di Sumut, paling tidak harus ada kemudahan gas untuk PLN Sumut dan kami ingin hal itu terwujud,” ujar Marzuki Daud yang juga anggota fraksi Partai Golkar.

Nasir Jamil yang juga politisi dari Fraksi Partai PKS menyampaikan kepada Menneg BUMN agar mendukung pemasangan pipa gas sebagai Receiving Terminal Gas Arun dari Arun Aceh hingga Pangkalan Berandan di Sumut. “ Kami minta tahun 2012 dapat dibangun pemasangan pipa dan diharapkan awal tahun 2013 terminal itu berfungsi dan itu kami minta khusus kepada Menneg BUMN tentang kepentingan gas di Aceh,” ujarnya.

Pemakmu Gampong.

Marzuki Daud juga membicarakan kepada Menneg BUMN agar Pertamina bisa menghibahkan tanahnya seluas 121 hektar kepada 541 kepala keluarga (KK) yang bermukim di perkampungan Blang Lancang. “ini kami sampaikan dalam rangka mendukung program Pemakmu Gampong”. Untuk itu kami juga meminta supaya direalisasikan Direksi PTP-I, PTP-IV diisi oleh putra-putra daerah secara berkesinambungan,”tukasnya.

Dalam hubungan itu, tambah Marzuki Daud, telah disampaikan kepada Menneg BUMN supaya tanah tersebut bisa di-resetlemen atau dialihkan kepada masyarakat  yang menurut dia satu KK bisa mendapat dua hektar, sehingga dapat mendukung atau merealisasikan rencana penanaman 54.000 hektar kebun kelapa sawit, “Kita juga minta resetlemen (pengalihan) pemukiman atau ganti rugi dapat diselesaikan oleh Pertamina dan usul itu supaya dapat menampung 541 KK tersebut,”katanya.

Menjawab pertanyaan, Marzuki Daud mengatakan, Menneg BUMN sangat merespon dan mendukung untuk pembangunan di Aceh disegala bidang. Masalah Resetlemen menurut Menneg akan dibicarakan dengan menteri terkait. Menneg BUMN juga mendukung jaminan tersedianya gas untuk industri di Aceh seperti untuk Pupuk Iskandar Muda 1 dan PIM 2, untuk AAF dan KKA untuk PKN dan terutama untuk kebutuhan masyarakat luas.

“Arun kata Menneg BUMN sangat strategis dan akan direalisasikan kepentingannya untuk kebutuhan industri, PLN dan kepentingan masyarakat di Aceh dan Sumut,” ujar Marzuki Daud dan Nasir Jamil. (j07)

 

Dilansir dari Media Harian Waspada

Terbitan tanggal 31 Desember 2011.