Revitalisasi Arun, Pertamina Siapkan Rp3,38 T

Jika Arun sudah beroperasi, PLN dapat menghemat US$266 juta karena tidak pakai diesel.

VIVAnews - PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi senilai US$374 juta atau sekitar Rp3,38 triliun untuk revitalisasi fasilitas LNG Arun di Lhokseumawe, Aceh Utara, secara terintegrasi. Ini menyusul berakhirnya kontrak LNG Arun kepada konsumennya pada 2014.

"Kami ubah regasifikasi Arun yang biasanya dari gas ke LNG menjadi LNG ke gas," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Mochamad Harun di Jakarta, Kamis 17 November 2011.

Investasi sebesar US$374 juta ini terdiri dari investasi konversi fasilitas LNG Arun senilai US$73 juta dengan total kapasitas gas sebanyak 320 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dan pembangunan pipa sepanjang 350 kilometer dengan investasi US$301 juta untuk mengalirkan gas dari Arun ke Belawan sebanyak 120 MMscfd.

Harun menjelaskan tujuan dari proyek revitalisasi Arun adalah untuk menunjang kelangsungan pembangunan Aceh dengan menghidupkan kembali industri yang telah mati suri, seperti PT Asean Aceh Fertilizer (AAF), PT Kertas Kraft Aceh (KKA), dan menjaga kinerja PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

"Revitalisasi Arun juga bisa dimanfaatkan menjadi infrastruktur penyedia gas bagi PLN dan industri di Medan dan sekitarnya," katanya.

Jika revitalisasi Arun terlaksana, dampak positifnya antara lain kapasitas produksi Urea PT PIM bisa mencapai 1,2 juta ton dengan terpenuhinya kebutuhan gas 110 MMscfd, kapasitas produksi urea AAF mencapai 730 ribu ton dengan kebutuhan gas 60 MMscfd.

Selain itu kapasitas produksi KKA dapat mencapai 135 ribu ton per tahun dengan pasokan gas 15 MMscfd, pembangkit listrik berkapasitas 3x20 Mw milik pemerintah Aceh dapat diaktifkan dengan pasokan gas sebesar 22,5 MMscfd dan membuka lapangan kerja langsung sebanyak 4.357 orang.

Dengan regasifikasi Arun ini, pemerintah berpotensi mendapatan penerimaan senilai US$13,55 juta per tahun dan juga memperoleh dividen dari laba pertamina dari kegiatan di Arun.

Untuk pembangunan pipanya sendiri, lanjut Harun, akan dimulai pada Januari 2012 dengan pengerjaan konstruksi pada Juli 2012 sehingga diharapkan pada Desember 2013 sudah bisa beroperasi. Selama menunggu pasokan gas dari Arun, PLN serta industri di Medan bisa memanfaatkan power generator ex kilang Arun.

"Jika Arun sudah beroperasi maka PLN dapat menghemat hingga US$266 juta per tahun dibandingkan menggunakan diesel," ujarnya.(np)

• VIVAnews, Kamis, 17 November 2011, 19:52 WIB
Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan