PIM Amankan Pasokan Gas Hingga 2012

JAKARTA, Bisnis Indonesia, 18 Mei 2011: PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhasil mengamankan pasokan gas untuk kebutuhan bahan baku pada 2011 dan 2012, setelah memperoleh kontrak pembelian dengan dua kontraktor gas, PT Total E&P Indonesie dan ExxonMobil Oil Indonesia.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Mashudianto mengatakan kontrak jual beli gas tersebut telah ditandatangani oleh para pihak terkait baru-baru ini.

“Untuk 2011, kami mendapatkan gas sebanyak sembilan kargo, sedangkan untuk 2012 sebanyak tujuh kargo,” ujarnya kemarin.

Untuk tahun ini, tutur Mashudianto, tiga kargo gas berasal dari EMOI dan enam kargo dari Total. Adapun untuk tahun depan, pasokan gas dari Total sebanyak lima kargo dan dari EMOI sebanyak dua kargo.

Dengan pasokan tersebut, produksi pupuk dipabrik yang berlokasi di Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam tersebut setidaknya aman hingga tahun depan. Menurut Mashudianto, kontrak pembelian gas itu cukup membantu perusahaan untuk memastikan kegiatan produksi hingga 2012. Biasanya, BUMN pupuk itu harus membeli gas di pasar spot.

Dia berharap mulai 2013 pasokan gas sudah dapat dipenuhi dari regasifikasi dengan memanfaatkan receiving terminal di kilang Arun. Studi kelayakan pembangunan terminal penerima itu sudah selesai dan kini sedang disiapkan detail desain rancang bangunnya.

“Kalau receiving terminal di Lhokseumawe jadi dioperasikan, pasokan gas akan dapat diamankan dalam jangka panjang untuk dua unit pabrik PIM, pabrik Asean Aceh Fertilizer, Kertas Kraft Aceh, untuk pembangkit listrik, hingga untuk memasok kebutuhan gas di Medan,” jelasnya.

Mashudianto juga meyakini dengan pengoperasian receiving terminal, Lhokseumawe akan dapat tumbuh menjadi sentra industri petrokimia.

Untuk 2014, paralel dengan regasifikasi gas, PIM juga telah mengamankan pasokan gas sampai 10 tahun ke depan setelah mendapatkan kontrak pembelian gas dari Medco EP yang berasal dari ladang Blok A.

Sementara itu, mengenai pengoperasian penuh ke dua unit pabrik PIM, Mashudianto menjelaskan rencana tersebut terpaksa dijadwal ulang dari semula bulan ini menjadi akhir Juni atau awal Juli.

“Kedua unit pabrik PIM sebetulnya sudah siap beroperasi penuh. Namun, karena adanya gangguan di kilang Arun, pasokan yang diterima PIM sampai saat ini baru 55 MMscfd.” Pasokan gas sebanyak 110 MMscfd direncanakan baru dapat direalisasikan pada bulan depan. Sambil menunggu proses perbaikan, lanjutnya, saat ini baru satu unit pabrik PIM yang beroperasi, tetapi dengan tingkat utilisasi 100%.


Oleh: Tri D. Pamenan