Pasokan Gas PIM Terganjal Harga

JAKARTA -02-12-2009- Bisnis Indonesia: Harga masih menjadi kendala kepastian pasokan 11 kargo gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda kendati dari sisi volume Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) telah menjamin pemenuhannya, termasuk dari Tangguh.

Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan instansinya akan mencadangkan gas sesuai kebutuhan BUMN pupuk itu di antaranya melalui mekanisme swap gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Bontang dengan Arun. Selain itu, tuturnya, BP Migas akan mencadangkan sejumlah gas dari proyek LNG Tangguh. "Kami usahakan untuk dicadangkan dengan mekanisme swap Bontang-Arun dan juga dari Tangguh. Masalahnya hanya harga saja," jelasnya kemarin.

Menurut dia, harga penawaran yang diajukan PIM, yaitu sekitar US$5 per juta British thermal unit (Btu) sebenarnya telah masuk dalam kriteria BP Migas. "Penawarannya sudah oke, tetapi kami harus sampaikan itu kepada Bontang-Arun." Dia menjanjikan kepastian pasokan gas untuk PIM menjadi agenda prioritas. Bahkan, dia mengatakan keputusan mengenai harga dan volume gas akan dipastikan pada bulan ini. "PIM itu prioritas. Kami usahakan akhir tahun selesai," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Mashudianto mengatakan BP Migas telah mengindikasikan jaminan pasokan sebanyak enam kargo, dan sisanya akan dituntaskan pada pertengahan Desember. Dia juga mengatakan pembahasan masalah harga gas harus dilakukan kemarin, terutama terkait dengan jaminan pasokan sebanyak satu kargo untuk kegiatan operasional 1 bulan ini. "Kami berharap harga gasnya masih ada di kisaran US$5 per mmbtu." PIM perlu mengoperasikan penuh kedua unit pabriknya tahun depan karena perusahaan itu diminta pemerintah memproduksi 1 juta pupuk urea sebagai bagian dari program ketahanan pangan dari total produksi nasional pupuk urea bersubsidi sebanyak 7,5 juta ton.

Oleh Rudi Ariffianto