Belanja Modal Medco 613 Juta Dolar AS

JAKARTA, Republika 03-12-2009 - PT Medco E&P Indonesia merencanakan belanja modal (capital expenditure /capex) 2010 mencapai 613,2 juta dolar AS atau naik 72 persen dibandingkan 2009 yang direncanakan 356,8 juta dolar AS. Medco sedang menggarap berbagai proyek gas besar.

Dirut Medco E&P Indonesia, Budi Basuki, mengatakan, sebanyak 243,6 juta dolar AS dari belanja modal datang dari mitra. Sisanya berasal dari Medco sendiri yang akan digunakan untuk survei seismik, survei geologi dan geofisika 31,1 juta dolar AS, pengeboran sumur eksplorasi 101 juta dolar AS, fasilitas pengembangan 115,4 juta dolar AS, dan pengeboran sumur pengembangan 122,1 juta dolar AS. ''Capex bersama mitra mencapai sekitar 40 persen,'' Budi dalam rapat dengar pendapat bersama Kepala Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), R Priyono, dan Komisi VII DPR, di Jakarta, Rabu (2/11).

Pada 2009, capex 356,8 juta dolar AS terdiri dari mitra 103,1 juta dolar AS dan sisanya Medco. Budi melanjutkan, pada 2011 belanja modal diperkirakan akan meningkat lagi menjadi 820,6 juta dolar AS. ''Pada 2010-2011 memang direncanakan mulai sejumlah proyek besar,'' ujarnya. Untuk capex 2011, dari mitra akan menyumbang 380,8 juta dolar AS. Pada 2012, belanja modal Medco direncanakan turun menjadi 522,3 juta dolar AS dan 2013 naik lagi menjadi 737,4 juta dolar AS.

Budi menambahkan, saat ini Medco tengah mengerjakan empat proyek besar yakni pengembangan gas Lapangan Singa di Blok Lematang, pengembangan gas Blok A, pengembangan gas Senoro di Blok Tomori, dan proyek peningkatan minyak ( enhance oil recovery /EOR) di Blok Rimau. Proyek gas Singa ditargetkan memproduksi gas 50 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai Desember 2009 yang akan dipasok ke pembangkit milik PLN di Jawa. Total investasi proyek Singa mencapai 195 juta dolar AS yang terdiri dari sumur 79 juta dolar AS dan fasilitas 116 juta dolar AS. ''Potensi pendapatan negara dan daerah mencapai 137 juta dolar AS,'' kata Budi.

Proyek Blok A diperkirakan mulai produksi 125 MMSCFD pada kuartal pertama 2012. Gas akan dipasok ke pabrik pupuk PIM 110 MMSCFD dan pembangkit PLN 15 MMSCFD. Nilai proyek Blok A mencapai 608 juta dolar AS yang terdiri dari sumur 393 juta dolar AS dan fasilitas 215 juta dolar AS. Potensi pendapatan negara dan daerah diperkirakan 819 juta dolar AS. Sedang proyek Senoro diperkirakan mulai beroperasi kuartal pertama 2014 dengan volume 258 MMSCFD. ''Skema yang diusulkan 75 persen buat ekspor dan 25 persen domestik buat petrokimia dan pembangkit,'' kata Budi.

Total investasi hulu Senoro yang dibutuhkan mencapai 760 juta dolar AS yang terdiri dari sumur 170 juta dolar AS dan fasilitas 590 juta dolar AS. Potensi pendapatan negara dan daerah diperkirakan mencapai 5,06 miliar dolar AS. Untuk proyek EOR Rimau, Budi mengatakan, proyek akan mencapai skala penuh tahun 2011 dan berproduksi puncak 2017. Investasi proyek diperkirakan mencapai 328,5 juta dolar AS. (antara, ed: Rahmad bh)