PIM masih cari tambahan 5 kargo gas

JAKARTA - Bisnis Indonesia: PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) telah mendapatkan komitmen pasokan gas sebanyak enam kargo melalui mekanisme swap untuk kegiatan operasional pabrik pada tahun depan. BUMN pupuk yang berbasis di Lhokseumawe itu masih mencari lima kargo tambahan untuk dapat mengoperasikan penuh kedua unit pabriknya selama 11 bulan pada tahun depan.

"Indikasi dari BP Migas tentang pasokan enam kargo gas ini sudah kami dapatkan. Kami harapkan jaminan pasokan lima kargo gas lagi sudah dapat diperoleh pada pertengahan Desember," ujar Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Mashudianto kemarin. Sementara itu, satu kargo gas yang diperlukan untuk melanjutkan kegiatan operasional selama sebulan ke depan sudah disetujui berasal dari Exxon Mobil, tetapi kesepakatan harga masih belum dicapai.

Mashudianto mengatakan pertemuan untuk membahas masalah harga gas tersebut akan kembali dilanjutkan pada hari ini. Jaminan pasokan gas sebanyak satu kargo untuk kegiatan operasional sebulan ke depan sangat mendesak mengingat stok gas yang tersedia akan habis pada 5 Desember. "Kami berharap harga gasnya masih ada di kisaran US$5 per MMbtu." Untuk tahun depan, PIM perlu mengoperasikan penuh kedua unit pabriknya karena perusahaan itu diminta pemerintah memproduksi 1 juta pupuk urea sebagai bagian dari program ketahanan pangan dari total produksi nasional pupuk urea bersubsidi sebanyak 7,5 juta ton. "Ini kan merupakan bagian dari program kerja 100 hari yang ditetapkan pemerintah." Kapasitas produksi dua unit pabrik pupuk PIM masing-masing sebesar 550.000 ton per tahun. Karena pada akhir tahun depan pabrik akan menjalani masa perawatan rutin, maka total produksi kedua pabrik selama 11 bulan sebesar 1 juta ton.

Mashudianto mengungkapkan jaminan pasokan gas sebanyak 11 kargo yang berada di bawah koordinasi BP Migas dan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut diperlukan perusahaan sambil menunggu ladang Blok A Medco beroperasi. PIM sudah mendapat komitmen pasokan gas untuk jangka panjang dari Blok A yang dioperasikan Medco mulai tahun 2012. (Tri D. Pamenan)