PIM dapat pasok gas dari Tangguh 2010-2011

Bisnis Indonesia 18-09-2009, BANDA ACEH : PT Pupuk Iskandar Muda berhasil meraih komitmen pasokan gas dari LNG Tangguh untuk pengoperasian pabrik pupuk tersebut pada 2010-2011. Pasokan gas tersebut diperoleh dari penjualan gas Tangguh ke Sempra, AS, yang belum terjual.

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Mashudianto mengatakan dari penjualan gas LNG Tangguh ke Sempra, AS, ternyata masih terdapat 14 kargo gas yang belum terjual. Alokasi gas yang belum mendapatkan komitmen itulah yang akan dimanfaatkan oleh kegiatan produksi PIM pada 2010-2011. "MoU sudah ditandatangani dengan BP Migas pada Selasa pekan ini, untuk pasokan gas pada tahun 2010-2011. Sumbernya berasal dari diversion Sempra sebanyak 0,8 juta ton atau setara dengan 14 kargo," ujarnya kepada Bisnis di Banda Aceh, pekan ini.

PT PIM sebetulnya hanya membutuhkan pasokan gas 12 kargo untuk menjalankan dua unit pabriknya dalam kapasitas penuh. Direktur Umum PT Pupuk Iskandar Muda Fauzi Yusuf menjelaskan harga pembelian gas dari penjualan ke Sempra yang belum mendapat komitmen itu akan dilakukan secara formulasi, atau mengikuti perkembangan harga di pasar. "Saya kira jadwal pasokannya akan diatur satu kargo setiap bulannya." Menurut dia, dengan komitmen gas dari LNG Tangguh tersebut, pasokan gas ke PIM pada 2010-2011 sudah berada pada posisi aman.

Mulai tahun 2012, PIM juga sudah mendapat komitmen pasokan gas untuk jangka panjang dari Blok A yang dioperasikan Medco. Untuk tahun ini, pasokan gas ke PIM sebetulnya juga berada pada posisi aman karena pabrik pupuk yang berbasis di Lhokseumawe itu memperoleh gas sebanyak sembilan kargo. Pasokan tersebut cukup untuk menjalankan satu unit pabrik sejak awal 2009 dan dua unit pabrik pada paruh kedua 2009 dengan volume produksi 800 ribu ton pupuk urea, atau sekitar 75% dari total kapasitas terpasangnya. Namun, hingga saat ini PIM masih belum dapat mengoperasikan secara penuh kedua unit pabriknya kendati pasokan gas sudah tersedia. Menurut Mashudianto, tambahan pasokan gas ke pabrik PIM dari kilang LNG Arun baru dapat dialirkan jika sertifikasi pipa dari pihak pemasok PT Pertagas diperoleh. Oleh Tri D. Pamenan Bisnis Indonesia