PT PIM Dapat Komitmen Pasokan LNG Tangguh

Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance Jakarta - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) akan mendapatkan komitmen pasokan LNG sebesar 24 kargo (220 MMSCFD/juta kaki kubik per hari) dari lapangan Tangguh yang dialihkan dari pembeli asal Amerika Sempra Energy Corp.

Direktur Utama PT PIM, Mashudianto mengaku, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan BP Migas mengenai rencana swap gas tangguh dengan pengalihan dari pembeli sempra energy. "Volume untuk PIM pada tahun 2010 setara 12 kargo LNG dan tahun 2011 juga 12 kargo LNG. 12 kargo LNG tersebut, equivqlent 110 MMSCFD atau cukup untuk mengoperasikan dua pabrik," kata Direktur Utama PT PIM, Mashudianto saat dihubungi, Kamis (17/9/2009).

Menurut Mashudianto, harga Sempra yang akan diusulkan yaitu harga South California ditambah biaya pengalihan sekitar US$ 1. "Jadi sebagai contoh saat ini harga south california misalkan US$ 3 maka harganya US$ 3 ditambah sekitar US$ 1 sehingga total US$ 4 per MMBTU," Mashudianto menambahkan, pembahasan lebih lanjut mengenai pembelian gas tersebut, rencananya akan dilaksanakan minggu ke empat bulan September ini. "Kita harapkan Oktober atau Nopember 2009 Gas Sales Agreement (GSA) Swap bisa ditandatangani agar pasokan 2010 bisa aman," ungkapnya.

Untuk tahun 2012 dan seterusnya, tambah Mashudianto, PIM sudah mendapatkan pasokan sebanyak 110 MMSCFD dari Blok A yang dikelola oleh Medco. Sementara itu, Kepala BP Migas R Priyono membenarkan adanya pengalihan gas Tangguh dari pembeli asal Amerika Serikat tersebut Ke PIM. Dia menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan draft jual beli tersebut dan akan selesai pekan depan. “Tapi tidak tahu ditandatanganinya kapan,” jelas Priyono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2009) malam.

Kontrak jual beli gas jangka panjang dari Lapangan Tangguh yang dikelola BP Indonesia terdapat empat pembeli. Keempat pembeli meliputi Fujian LNG China sebanyak 2,6 juta ton per tahun, K-Power Korea hingga 0,6 juta ton/tahun, POSCO Korea sebanyak 0,55 juta ton/tahun dan Sempra Energy sebesar 3,6 juta ton/tahun.