PIM dapat komitmen pasokan gas 9 kargo

JAKARTA, Bisnis Indonesia : PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) akan mengoperasikan pabrik PIM-1 dan PIM-2 dengan kapasitas penuh mulai pertengahan tahun ini, menyusul adanya komitmen jaminan pasokan gas hingga 2010 dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas).

Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Mashudianto mengatakan BP Migas memberikan jaminan pasokan gas sebanyak sembilan kargo pada 2009, sehingga perusahaan optimistis target produksi pupuk urea sebanyak 566.000 ton hingga 811.000 ton pada tahun ini dapat tercapai. Komitmen pasokan gas dari BP Migas itu, merupakan salah satu keputusan hasil rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, pada 5 Maret 2009. Dalam rapat itu hadir dua dirut anggota holding pupuk, Kepala BP Migas R. Priyono, Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. "Masalah pasokan gas PIM yang muncul sejak 2005 sudah terselesaikan untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang juga sudah aman. Pada 2009 ini pabrik akan beroperasi normal," katanya kepada Bisnis, Senin malam.

Dia memaparkan mulai awal 2011, PIM akan mendapat pasokan gas jangka panjang sebesar 110 juta kaki kubik per hari dari Blok A milik Medco di Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, yang diharapkan beroperasi penuh pada kuartal IV/2010. Menurutnya, sejak 15 Januari hingga Juni 2009, PIM mendapat pasokan 60 juta kaki standar kaki kubik per hari (MMscfd) dan digunakan untuk mengoperasikan satu pabrik.

Mulai Juli hingga Desember 2009, pasokan gas akan bertambah menjadi 110 juta standar kaki kubik per hari, sehingga dua pabrik PIM dapat beroperasi penuh pada semester II. Target produksi PIM hingga 811.000 ton, kata dia, merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea nasional sebanyak 7,1 juta ton pada tahun ini.

Seluruh hasil produksi urea tersebut, sambungnya, akan digunakan untuk memenuhi permintaan di dalam negeri, baik sektor pertanian, perkebunan maupun industri. Tahun depan Untuk kebutuhan gas pada 2010, ujar Mashudianto, perusahaan juga telah mendapatkan alokasi pasokan sebanyak 12 kargo (setara dengan 36 MMscfd) untuk menghidupi pabrik PIM-1 dan PIM-2 setahun penuh.

Sesuai hasil rapat terpisah dengan BP Migas, 12 kargo tersebut berasal dari droping kargo (pengalihan atas pengurangan volume kontrak pembelian gas oleh Korea Selatan dan Taiwan serta kargo substitusi. "Pasokan gas untuk tahun depan juga sudah aman, dua pabrik akan beroperasi full. Awal April nanti kami akan menandatangani MoU dengan BP Migas sehingga ada legal dokumen. Target produksi pupuk untuk 2010 diperkirakan 1,14 juta ton," jelasnya. Untuk kebutuhan gas pada 2010 tersebut, PIM membelinya dengan harga US$5,8 per juta Btu (British termal unit). "Harga gas ini memang relatif mahal karena mengacu pada harga internasional. Karena itu belanja gas PIM untuk satu pabrik sekitar US$8 juta per bulan," ujarnya.

Oleh Siti Munawaroh