Jumlah BUMN Tersisa 89 Perusahaan di 2009

Jakarta - detikFinance - Jumat, 30/01/2009 14:15 WIB - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memulai program restrukturisasi dan rigthsizing BUMN tahun ini. Targetnya, jumlah BUMN tahun ini akan menyusut menjadi 89 perusahaan dari jumlah saat ini yang sebanyak 138 perusahaan.

Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (30/1/2009). "Saat ini jumlah BUMN ada 138, sesuai inpres nomor 5 tahun 2008 harus bisa 89 BUMN tahun ini. Makanya kalau holding-holding bisa kita selesaikan, langsung jumlah BUMN ini berkurang," katanya.

Menurutnya, penyusutan jumlah BUMN itu dilakukan agar jauh lebih mudah koordinasinya. Tenggat waktu yang tertera dalam inpres nomor 5 tersebut sebenarnya akhir tahun 2008 lalu, namun hingga saat ini belum ada satu pun restrukturisasi BUMN yang sudah berjalan. "Caranya dengan holding itu. Tapi holding kan banyak implikasinya, seperti implikasi pajak, implikasi macam-macam itu, nah itu perlu koordinasi terus," katanya.

Menurutnya, dengan pembentukan holding tersebut jumlah BUMN akan menyusut secara signifikan. Ia mengatakan, jika PT Perkebunan Nusantara I dan XIV digabung maka jumlahnya berkurang menjadi hanya satu. Kemudian BUMN Pupuk menyusut dari 5 menjadi 1 setelah dibuat holding, BUMN Karya yang rencananya menjadi hanya 7 perusahaan dari sebelumnya ada 14. Ditambah dengan beberapa holding lain seperti Holding BUMN Pertambangan, Holding Farmasi, Holding Pupuk, Holding Semen, dan Holding Perbankan. "Holding keuangan sedang kita selesaikan, holdingnya gimana, apakah semua akan di satu holding semua atau ada dua," katanya. (ang/lih) Angga Aliya ZRF – detikFinance