Kapasitas Produksi Akan Ditingkatkan

Selasa, 9 Desember 2008. Jakarta, Kompas - Untuk mengatasi kelangkaan pupuk, pada tahun depan pemerintah akan menaikkan kapasitas produksi pabrik pupuk dari sebelumnya 5,5 juta ton menjadi 7 juta ton. Selanjutnya, pada tahun 2015, pemerintah juga akan menaikkan target produksi pupuk menjadi 15 juta ton.

Optimalisasi pasokan gas pupuk juga ditingkatkan terhadap dua pabrik pupuk yang selama ini dinilai masih belum optimal akibat kekurangan gas, yaitu PT Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Pupuk Kaltim. Demikian disampaikan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla saat ditanya pers seusai shalat Jumat akhir pekan lalu di Istana Wapres, Jakarta.

”Terkait itu, saya sudah instruksikan Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) untuk memasok lebih besar lagi kebutuhan gas kedua pabrik, yaitu PIM II dan Kaltim. Saya minta diselesaikan masalah pasokan gas di dua pabrik tersebut,” ujar Wapres Kalla. Menurut Wapres, semua pabrik pupuk harus meningkatkan produksinya. ”Untuk saat ini ada dua pabrik yang belum berproduksi maksimal, yakni PIM di Aceh dan PT Pupuk Kaltim, karena kurangnya pasokan gas. Oleh karena itu, segera pasokan gas itu untuk diselesaikan,” tuturnya.

Wapres menyatakan, peningkatan produksi pupuk tahun depan sama dengan kebutuhan yang ada sehingga diharapkan tidak akan terjadi kekurangan pupuk lagi pada tahun-tahun mendatang. ”Untuk tahun ini hingga akhir Desember 2008, kita tambah produksi 120.000 ton. Untuk tahun 2009, target produksinya menjadi 7 juta ton, dan hingga 2015 targetnya kita tingkatkan sampai 15 juta ton,” kata Wapres.

Semuanya butuh pupuk Apabila produksi tahun 2009 bisa mencapai target 7 juta ton, lanjut Wapres, tidak akan ada lagi kekurangan pupuk, mengingat kebutuhan pupuk tahun 2009 diperkirakan sebesar 7 juta ton. Tentang kelangkaan pupuk pada musim tanam akhir tahun ini, Wapres mengakui adanya masalah dalam hal distribusi. ”Kekurangan pupuk ini selain karena masalah distribusi juga karena terlalu banyak petani yang menggunakan pupuk akibat produksi semua tanaman naik.

Saat ini, semua produk pertanian, seperti padi, jagung, tebu, kakao maupun kelapa sawit, mengalami kenaikan produksi. Maka, dibutuhkan pupuk yang lebih banyak lagi, padahal selama sepuluh tahun ini tidak ada peningkatan produksi dari pabrik pupuk,” papar Wapres Kalla. Wapres mengatakan, ”Jadi, ini simtom yang baik. Semua produk naik, jagung, tebu, kakao, sawit, dan semuanya membutuhkan pupuk.” (har)