ExxonMobil pasok gas ke PIM mulai Juni 2009

JAKARTA, 10/12/2008: PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) akhirnya mendapatkan kepastian pasokan gas dari Lapangan Arun milik ExxonMobil sebanyak 110 juta kaki kubik per hari (scfd) mulai Juni 2009. Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan ExxonMobil siap memasok kebutuhan gas PIM dari Lapangan Arun dengan pola mekanisme swap (pengalihan).

"Sebenarnya, gas Arun itu untuk Korea Selatan dan Taiwan. Namun, kebutuhan PIM lebih mendesak dan di-swap ke PIM lebih dulu, sedangkan kebutuhan kedua negara akan dipenuhi dari Bontang," ujarnya kemarin. Berkaitan dengan harga, dia tidak bersedia menyebutkannya. Namun, lanjutnya, industri pupuk itu harus membayar harga gas sesuai dengan harga yang berlaku di pasar internasional. Menurut Priyono, Exxon juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan uji coba pasokan gas ke PIM pada Desember. "Soal pasokan itu kini dalam proses persiapan. Sejumlah komponen pipa atau jumper di Lapangan Arun sedang dipersiapkan."

Pasokan gas ke sejumlah industri pupuk nasional telah menyita perhatian Wapres Jusuf Kalla. Akibat keterbatasan pasokan gas, kapasitas produksi pupuk menjadi tidak maksimal sehingga ketersediaan pasokan pupuk di sejumlah daerah juga menjadi terganggu. Akibat kondisi itu, Wapres Jusuf Kalla telah memerintahkan BP Migas untuk memasok kebutuhan gas PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Iskandar Muda. Bahkan, Wapres juga meminta kedua pabrik itu bisa meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 120.000 ton pada Desember guna mengatasi kelangkaan pupuk. "Saya perintahkan ke BP Migas untuk memberikan gas tambahan untuk Kaltim [Pupuk Kaltim] dan Aceh [Pupuk Iskandar Muda] sehingga diharapkan akan menambah produksi 120.000 untuk Desember," ujar Kalla ketika itu.

Dengan tambahan produksi 120.000 ton, produksi pupuk bisa mencapai 7 juta ton per tahun pada tahun depan. Harga pupuk Sebenarnya, kelangkaan pupuk juga sebenarnya bukan disebabkan oleh hanya soal pasokan gas. Harga pupuk urea di pasar dunia sedang anjlok 100% sejak 3 minggu terakhir dari US$790 - US$800 per ton menjadi US$390 - US$400 per ton.

Bahkan, seperti pernah dikatakan Dirut PIM Mashudianto, kondisi harga pupuk internasional yang anjlok itu telah menyebabkan PIM harus mengkaji ulang rencana kerja sama swap pasokan gas dari Petronas mengingat akan terjadi koreksi harga LNG di pasar dunia dari US$11 per juta Btu (British thermal unit) menjadi US$10 per juta Btu. Dia menjelaskan pihaknya telah melakukan negosiasi soal pasokan gas dengan produsen sejak 3 bulan lalu dan diharapkan pasokan gas untuk tahun depan sudah bisa teratasi. Oleh Diena Lestari Bisnis Indonesia