Pabrik Pupuk Harus Bekerja Penuh

Media Indonesia, 06 Desember 2008: Hingga Februari 2009, sebanyak 28 kabupaten menjadi target operasi pasar pupuk bersubsidi. UNTUK mengatasi kelangkaan pupuk, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memerintahkan produsen pupuk bekerja seratus persen.

Menurut Kalla, hilangnya pupuk di pasaran akibat melonjaknya permintaan petani seiring tumbuhnya sektor pertanian di Tanah Air. "Kenapa pupuk kurang, karena produksi padi, sawit, gula, dan jagung mengalami kenaikan. Selama 10 tahun produksi pupuk tidak naik. Kini semua pabrik harus bekerja seratus persen," tegas Wapres di Jakarta, kemarin.

Wapres mengungkapkan, ada dua pabrik, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Kaltim yang kini belum berproduksi penuh karena terkendala pasokan gas. Untuk itu, Kalla memerintahkan BP Migas menyuplai semua kebutuhan gas yang diperlukan produsen pupuk. Jika PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Kaltim berproduksi penuh, akan ada tambahan suplai pupuk sebanyak 120 ribu ton bulan ini. Langkah lain yang dilakukan adalah memerintahkan semua pabrik mengeluarkan cadangan pupuk sebesar 300 ribu ton. "Cadangan pupuk dikeluarkan saat kondisi darurat," kata Wapres.

Selain itu, pemerintah akan menghentikan ekspor pupuk dan mengalihkannya ke pasar dalam negeri. Wapres optimistis tahun depan tidak terjadi lagi kelangkaan pupuk seiring meningkatnya produksi hingga 7 juta ton. Peningkatan produksi pupuk akan terus dilakukan hingga pada 2015 mencapai 15 juta ton. Target operasi pasar Sedikitnya 28 kabupaten telah menjadi target penyaluran operasi pasar pupuk bersubsidi yang dilakukan sejumlah produsen pupuk nasional.

Hingga Februari 2009, total pupuk yang disalurkan dalam operasi tersebut mencapai 500 ribu ton. "Dengan jumlah itu diharapkan tidak ada lagi kelangkaan pupuk," tutur Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoeso. Operasi pasar dilakukan di sejumlah daerah di Jatim dan Jateng, seperti Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo, Demak, Semarang, dan Pati. Dalam pantauan Media Indonesia, di beberapa daerah kemarin sudah berlangsung operasi pasar pupuk.

PT Pusri Cilacap menggelar operasi pasar di Kecamatan Nusawungu sebanyak 25 ton urea. Urea yang diambil dari gudang Pusri Cilacap itu langsung dijual kepada petani seharga Rp60 ribu per sak (@ 50 kg). PT Pusri juga menggelar operasi pasar di Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, Jumantoro, Jaten, dan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, sebanyak 22,5 ton. Setiap petani menerima 50 kg pupuk. Namun, ada yang mendapat lebih dari itu karena ada petani yang menggarap lebih dari dua petak sawah.

Adapun di Bantul, Yogyakarta, Pusri memasok tambahan urea sebanyak 653 ton, yang langsung disebar dalam operasi pasar tertutup atau hanya disebar ke wilayah yang mengalami kelangkaan pupuk. "Penyaluran urea dilakukan kepada kelompok tani," ujar Supervisor Penyediaan dan Penjualan Pusri Yogyakarta Ibnu Syafar.

Di Nusa Tenggara Timur, PT Pupuk Kaltim menambah 2.500 ton stok urea. Pasokan urea itu untuk menambah stok sejumlah 2.748.400 ton di Kabupaten Ende, Kupang, Manggarai, Sikka, dan Sumba Timur. Ketika memasuki musim tanam akhir tahun ini, PT Pupuk Kaltim juga akan memasok 825 ton ke tiga wilayah, yakni Kupang sebanyak 1.500 ton, Waingapu (Sumba Timur) 500 ton, dan Manggarai 625 ton. (Zhi/AO/AR/BN/FL/LD/MY/PO/SO/X-7) Mahfud, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.