Peningkatan Produksi Pupuk, Wapres Minta Gas untuk PIM dan PKT Dipenuhi

Sabtu, 6 Desember 2008 JAKARTA (Suara Karya): Wakil Presiden (Wapres) meminta kebutuhan gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dipenuhi agar target peningkatan produksi pupuk urea sebesar 7 juta ton pada 2009 bisa dicapai.

Terkait hal ini, Wapres secara khusus meminta Badan pengatur Sektor Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) untuk menambah pasokan gas untuk PIM dan PKT sehingga bisa berproduksi secara normal. "Karena itu saya perintahkan BP Migas, untuk kasih gas tambahan (untuk PIM dan PKT), bagaimanapun caranya. Kurangi saja ekspornya, kasih gas tambahan itu untuk Kaltim (PKT) dan Aceh (PIM). Pasokan gas harus sudah bisa datang bulan ini juga," kata Wapres menegaskan tentang harus dialihkannya gas untuk ekspor untuk memasok PIM dan PKT.

Menurut dia, tambahan gas ini sangat diperlukan kedua pabrik agar bisa berproduksi dengan kapasitas penuh. Saat ini kedua pabrik itu memang belum beroperasi 100 persen. PIM sendiri tahun ini hanya memproduksi 250.000 ton pupuk urea dari kapasitas produksi yang bisa mencapai 2 juta ton. Sementara itu, PKT harus mengurangi produksi karena memberikan stok gasnya untuk membantu PIM memproduksi 250.000 tojn urea tersebut. Dengan adanya tambahan gas, lanjut wapres, maka kedua pabrik bisa menambah produksi pupuk sebanyak 120.000 ton untuk bulan ini saja. Selanjutnya, kedua pabrik pupuk ini juga bisa ikut memenuhi kebutuhan pupuk di 2009 yang mencapai 7 juta ton. "Sehingga diharapkan akan menambah produksi 120.000 ton untuk Desember 2008 saja dan 7 juta ton untuk tahun depan. Ini sama dengan kebutuhan yang ada, sehingga tidak akan terjadi kekurangan pupuk lagi. Hingga 2015 targetnya sampat 15 juta ton," kata Wapres.

Sementara itu, mengenai kelangkaan pupuk pada musim tanam tahun ini (2008-2009), Wapres mengakui bahwa ada masalah dalam hal distribusi. "Kekurangan pupuk ini karena masalah distribusi dan berarti berita baiknya adalah kegiatan produksi meningkat," tutur Wapres. Wapres menambahkan, saat ini semua produk pertanian seperti padi, jagung, tebu, kakao maupun kelapa sawit mengalami kenaikan produksi. Kondisi ini membuat kebutuhan pupuk lebih banyak. Padahal di sisi lain selama 10 tahun pabrik pupuk yang ada sulit meningkatkan produksi karena kendala pasokan gas. "Saya telah memerintahkan agar pasokan gas segera bisa diselesaikan," ucapnya. (M Kardeni)