BP Migas diminta pasok gas ke BUMN pupuk

JAKARTA, Bisnis Indonesia -06-12-2008: Wapres Jusuf Kalla memerintahkan BP Migas untuk memasok kebutuhan gas PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Iskandar Muda agar bisa menambah produksi 120.000 ton sampai Desember guna mengatasi kelangkaan pupuk.

"Saya perintahkan ke BP Migas untuk memberikan gas tambahan untuk Kaltim [Pupuk Kaltim] dan Aceh [Pupuk Iskandar Muda] sehingga diharapkan akan menambah produksi 120.000 untuk Desember," ujar Kalla pada satu konferensi pers usai salat Jumat, kemarin.

Menurut dia, dengan tambahan produksi 120.000 ton itu maka diharapkan pada tahun depan produksi pupuk bisa mencapai 7 juta ton per tahun. Saat ini, tambahnya, kedua pabrik pupuk tersebut belum bekerja maksimal. Padahal, kedua perusahaan pupuk itu meningkatkan produksinya untuk menutupi permintaan pupuk yang tinggi. "Semua pabrik pupuk harus bekerja 100%."

Wapres menyatakan kelangkaan pupuk semata-mata disebabkan oleh lonjakan permintasan yang luar biasa akibat pertumbuhan produk pertanian. Produksi pertanian antara lain padi, sawit, gula sedang meningkat, sedangkan produksi pupuk dalam 10 tahun terakhir tidak naik.

Sebelumnya, BP Migas telah menyatakan kesediaannya memasok kebutuhan gas industri pupuk. Namun, pembelian gas oleh pabrik-pabrik pupuk nasional yang masuk dalam program revitalisasi menggunakan patokan harga pasar.

Menurut Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas R. Priyono, pihaknya sudah menetapkan gas yang masih ada saat ini, seperti sisa kontrak pengalihan Sempra Energy sebanyak 750.000 ton, diprioritaskan untuk menggerakkan pabrik pupuk. Untuk tetap menjamin keekonomian proyek gas oleh perusahaan-perusahaan pemasok, tuturnya, pemerintah telah pula menetapkan harga pembelian mengacu pada harga pasar. "Pak Wapres sudah mengatakan [harga gas] harus mengacu market price. Kalau gasnya berasal dari pengalihan Sempra, harganya mesti harga LNG di Los Angeles, ditambah US$1 untuk biaya pengalihan per juta Btu," kata Priyono.

Dalam kesempatan itu, Wapres Jusuf Kalla juga memerintahkan semua pabrik pupuk mengeluarkan cadangannya sebanyak 300.000 ton. Cadangan pupuk memang selalu ada dan akan dikeluarkan saat kondisi darurat, ujar Kalla menjelaskan. "Cadangan dikeluarkan saat darurat, sekarang sudah darurat karena itu semua cadangan harus dikeluarkan," paparnya. Pemerintah juga meminta ekspor pupuk dihentikan dan semuanya dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Oleh John Andhi Oktaveri