BP Migas Diminta Tambah Pasokan Gas ke Pabrik Pupuk

Jum'at, 05 Desember 2008 | 14:14 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah menggenjot produksi pupuk hingga 120 ribu ton pada akhir tahun ini yang merupakan musim tanam. Pemerintah meminta BP Migas untuk memenuhi pasokan gas untuk dua pabrik pupuk besar yaitu Pupuk Iskandar Muda di Aceh dan Pupuk Kaltim.

"BP Migas harus beri gas tambahan sehingga produksi pupuk bisa bertambah menjadi 120 ribu," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam jumpa pers di kantor Wakil Presiden, Jumat (5/12).

Sebelumnya, pemerintah meminta cadangan pupuk sejumlah 300 ribu ton didistribusikan untuk mengatasi kelangkaan pupuk di masyarakat. Kelangkaan pupuk, ujar dia, akibat permintaan pupuk lebih tinggi dibanding ketersediaan. Selama 10 tahun, produksi pupuk tidak bertambah. Padahal, kebutuhan pupuk di bidang pertanian terus bertambah. Kebutuhan pupuk untuk gula, padi, dan jadung naik. Selain itu, pemerintah menilai pasokan gas untuk pabrik pupuk masih kurang. "Kelangkaan pupuk itu akibat pertanian kita berhasil. Demand-nya tinggi, sehingga supply harus ditambah," katanya. Peningkatan produksi pupuk hingga 120 ribu ton diharapkan mampu memenuhi target produksi pupuk tahun depan yaitu 7 juta ton. Pemerintah mengklaim jumlah itu sepadan dengan kebutuhan pupuk dalam negeri. "Pada 2015 ditargetkan produksi pupuk 15 juta ton," ujarnya. - KURNIASIH BUDI