Kalla: Kelangkaan Pupuk akibat Pembangunan Pertanian Berhasil

TEMPO Interaktif, Jakarta - 05/12/2008: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan kelangkaan pupuk disamping menimbulkan masalah, juga harus dipandang sebagai cerminan karena pemakaian pupuk untuk kebutuhan pertanian di Indonesia meningkat.

"Masalah kekurangan pupuk ini disamping bermasalah ini juga pertanda baik. Symptom baik, kenapa pupuk kurang karena terlalu banyak pemakaian pupuk akibat produksi naik, padi naik, jagung naik, kedelai naik, sawit naik, gula naik ini semua kan membutuhkan pupuk," kata Kalla seusai shalat Jumat di Kantor Wakil Presiden Jumat (5/12).

Sedangkan dalam waktu 10 tahun, menurut Kalla produksi pupuk Indonesia tidak mengalami kenaikan. "Dulu kita kan ekspor sekarang tidak lagi, tapi ini juga akibat produksi pabrik menurun karena kekurangan pasokan gas," kata Kalla. Menurut Kalla, pabrik yang mengalami kesulitan pasokan gas yaitu PT Pupuk Iskandar Muda Aceh dan PT Pupuk Kaltim. "Makanya saya minta BP Migas memasok gas yang cukup kedua pabrik itu, supaya produksi Desember ini bisa 120 ribu ton, tahun depan kapasitasnya harus 100 persen, dan pada 2015 targetnya bisa 15 juta ton," kata Kalla.

Menurut Kalla, untuk mengatasi kelangkaan pupuk, pekan lalu sudah diputuskan cadangan pupuk dikeluarkan sebanyak 300 ribu ton. 200 ribu untuk disalurkan ke petani dan 100 ribu ton untuk operasi pasar." Saya putuskan, semua cadangan pupuk dikeluarkan, selalu kita punya cadangan 300 ribu ton untuk menjamin kalau ada masalah, sekarang sudah masalah jadi keluarkan, ini akibat pertanian kita berhasil.," kata Kalla.

Menurut Kalla, masalah kelangkaan pupuk saat ini sudah jauh berkurang sebelum pemerintah memutuskan mengeluarkan cadangan pupuk sebesar 300 ribu ton. "Pupuk dipakai banyak sekali, demand-nya tinggi sekali sehingga perlu menambah supply, semua pabrik harus bekerja 100 persen.," ujar Kalla. Kalla yakin, menjelang musim tanam nanti permasalahan kelangkaan pupuk tidak akan bermasalah sehingga target pemerintah di sektor pertanian tidak terganggu. "Sekali lagi ini soal permintaan yang tinggi akibat pertanian kita berhasil," kata Kalla. - ANTON APRIANTO