Wapres Minta Ekspor Gas Dipotong untuk Pabrik Pupuk

Gunawan Mashar - detikFinance Jakarta -05/12/2008- Pemerintah memerintahkan BP Migas untuk menambah pasokan gas bagi dua pabrik pupuk, yaitu Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh dan Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Kaltim, bagaimanapun caranya. Bahkan jika perlu, ekspor gas Indonesia dipotong saja dan dialihkan ke kedua pabrik ini.

Hal itu ditegaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam keterangan pers usai sholat Jumat di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (5/12/2008). "Karena itu saya perintahkan mereka, BP Migas, untuk kasih gas tambahan bagaimanapun caranya. Cut ekspornya, kasih gas tambahan untuk Kaltim dengan Aceh," katanya.

Menurut Kalla, tambahan gas ini sangat diperlukan kedua pabrik tersebut agar bisa berproduksi dengan kapasitas penuh. Saat ini kedua pabrik itu memang belum beroperasi 100%. "Ada dua pabrik yang belum kerja 100%. Yaitu Iskandar Muda dan Kaltim karena masalah gas," katanya.

Dengan adanya tambahan gas, maka kedua pabrik itu bisa menambah produksi pupuknya sebanyak 120 ribu ton untuk bulan ini saja. Selain itu dua pabrik tersebut juga bisa ikut memenuhi kebutuhan pupuk di 2009 yang mencapai 7 juta ton."Sehingga diharapkan akan menambah produksi 120 ribu (ton) untuk Desember saja dan 7 juta (ton) untuk tahun depan. Diharapkan tahun depan dengan 7 juta ton, sama dengan kebutuhan," jelasnya.