PUPUK LANGKA. Mentan: Urea Ditambah 300.000 Ton

Senin, 1 Desember 2008.Cianjur, Kompas - Pemerintah menambah stok pupuk urea sebanyak 300.000 ton untuk mengatasi gejolak kelangkaan pupuk saat ini. Sebanyak 200.000 ton pupuk didistribusikan secara langsung, sedangkan 100.000 ton lainnya untuk operasi pasar.

”Dengan penambahan 300.000 ton, rasanya sudah cukup untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang dirasakan masyarakat,” kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Minggu (30/11), seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Jambore dan Festival Karya Penyuluh Pertanian II di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat.

Anton mengatakan, pupuk sulit diperoleh karena masa tanam pada musim hujan ini dilakukan serentak. Petani secara bersamaan membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak. Di tengah kondisi para petani yang secara bersamaan membutuhkan pupuk, muncul pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dengan menimbun pupuk. ”Berapa pun jumlah pupuk yang kita tambah, kalau mental maling masih belum hilang dari pihak-pihak itu, tetap sulit. Maka, segala upaya, termasuk upaya hukum, dilakukan untuk menjerat para penimbun itu,” kata Anton.

Presiden Yudhoyono mengatakan, pemerintah sedang berupaya menjaga kestabilan persediaan pupuk melalui tiga hal, yakni pembenahan distribusi, penindakan, dan penambahan subsidi. ”Pemerintah terus berusaha agar anggaran subsidi itu tepat sasaran,” ujar Presiden. Presiden mengatakan, anggaran pertanian akan terus ditingkatkan karena sangat berpengaruh pada target swasembada. Tahun 2008, subsidi untuk sektor pertanian Rp 29 triliun. Pada 2009 subsidi dinaikkan menjadi Rp 33 triliun. Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) hingga akhir 2008 mendapat tambahan pasokan pupuk urea bersubsidi sebanyak 10.445 ton.

Kepala Badan Ketahanan Pangan NAD Silman Haridy mengatakan hal itu Sabtu lalu. ”Tambahan pupuk tersebut sudah tiba di Aceh dan telah didistribusikan ke beberapa daerah yang membutuhkan,” ujarnya. Silman menyebutkan, daerah-daerah yang awal musim tanam ini sangat membutuhkan akan mendapatkan pasokan lebih dibandingkan dengan daerah lain. Daerah yang membutuhkan dan menjadi prioritas adalah daerah yang selama ini menjadi lumbung pangan Aceh, seperti Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Langsa, dan Aceh Timur. Menurut Silman, jatah pupuk bersubsidi NAD pada 2008 sebanyak 51.555 ton. Hingga pertengahan November, 49.000 ton telah disebar ke seluruh kabupaten/kota sesuai permintaan yang diajukan. (AHA/MHD/ACI/SIR)