Subsidi Pabrik Lebih Besar

TEMPO, Jakarta – Sekretaris Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu mengatakan pabrik pupuk memberikan subsidi kepada petani lebih besar dibanding pemerintah. Harga pupuk urea di pasar internasional saat ini Rp 6.200 per kilogram, sedangkan pemerintah membeli dari pabrik dengan harga Rp 2.200 per kilogram.

Subsidi yang diberikan pemerintah cuma Rp 1.000 per kilogram, sehingga harga pupuk ke petani dalam negeri cuma Rp 1.200 per kilogram. “Artinya, pabrik pupuk kehilangan Rp 4.000 per kilogram, padahal mestinya menjual Rp 6.200. Duit Rp 4.000 itulah yang disebut subsidi pabrik pupuk kepada petani,” kata Said di kantornya kemarin. Menurut Said, kondisi itu menjadi salah satu faktor mengapa pabrik pupuk di Indonesia kesulitan bertahan.