PIM Segera Pasok Urea ke Agara

Serambi Indonesia, Jumat, 20 Juni 2008 * Pasokan Ditambah 500 Ton BANDA ACEH - PT Pusri melalui PT PIM, dalam waktu dekat akan segera memasok kebutuhan urea ke Kabupaten Aceh Tenggara (Agara). Kedua perusahaan pupuk itu juga berjanji menambah alokasi urea di luar dari jatah yang telah ditetapkan.

“Kita akan segera memasok urea ke Agara dalam pekan ini, tim kita juga telah turun untuk mengecek langsung kondisi di lapangan. Senin ini urea mungkin sudah bisa kita distribusikan,” kata Sekretaris Perusahaan PT PIM, Usman Mahmud, kepada Serambi, Kamis (19/6).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, persediaan pupuk urea di Kabupaten Aceh Tenggara, dilaporkan telah mengalami kelangkaan sejak dua bulan terakhir. Akibatnya harga naik gila- gilaan, dari sebelumnya Rp 70.000/sak naik mencapai Rp 200.000. Usman menjelaskan, bahwa alokasi urea yang telah ditetapkan untuk Agara pada Juni ini sebesar 198 ton, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian dan SK Gubernur.

Namun akibat terbatasnya pasokan dari PT Pusri, pihaknya baru dapat mengirimkan pasokan sebanyak 15 ton. Bupati Agara sebagaimana penuturan Usman, juga telah secara resmi meminta sisa jatah alokasi tersebut kepada PT PIM dan hal tersebut juga telah direspon oleh PT Pusri. Kemarin, pasokan urea dari PT Pusri telah merapat ke Pelabuhan Belawan, Medan.

Selain memasok sesuai dengan jatah yang tersisa sebesar 183 ton, PT Pusri juga menambah pasokan urea sebanyak 500 ton, sehingga total alokasi untuk Kabupaten Agara mencapai 698 ton. Seluruhnya merupakan pupuk urea bersubsidi. “Dengan demikian kelangkaan di Agara segera bisa teratasi. Tambahan sebesar 500 ton itu saya pikir sudah cukup banyak,” ucap Usman.

Sementara, terkait dengan mahalnya harga jual urea, dia meminta kepada masyarakat agar dapat membeli pupuk tersebut di kios-kios pengecer resmi. Harga jual resmi urea disebutkan Rp 1.200 per kilogram, atau Rp 60.000 per sak. “Bila ada kios pengecer resmi yang menjual urea di atas harga tersebut, segera laporkan. Namun bila bukan di pengecer resmi, kami tidak dapat bertanggung jawab,” demikian pungkasnya.(yos)