PIM Kembangkan Batu Bara untuk Alternatif

Kompas, Jumat, 20 Juni 2008 Banda Aceh, Kompas - Meski sudah mendapatkan kepastian pasokan gas dari Medco E&P pada kuartal IV tahun 2010, PT Pupuk Iskandar Muda saat ini sedang mengembangkan sumber bahan baku gas lainnya, yaitu batu bara. Diharapkan, pada tahun 2015, pasokan gas sebagai sumber bahan baku pembuatan pupuk urea sudah siap.

”Saat ini, pengusahaannya baru pada tahap pelaksanaan detail feasibility study (FS). Mungkin akhir 2008, dokumen FS-nya sudah selesai,” kata Direktur Utama PT PIM Mashudianto, Kamis (19/6) saat ditemui di Banda Aceh.

Mashudianto menjelaskan, proyek pembangunan coal gassification ini nantinya akan dikerjakan perusahaan Australia, Incitex. Perusahaan ini nantinya yang akan memasok gas dari hasil olahan batu bara untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea.

Lebih lanjut Mashudianto mengatakan, penggunaan bahan baku batu bara sebagai penghasil gas nantinya tidak akan menghentikan kontrak kerja sama dengan Medco E&P yang dipastikan akan memasok gas bagi perusahaan ”pelat merah” ini. Pencarian energi alternatif ini lebih dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan pasokan gas bagi PT PIM nantinya. ”Pengembangan batu bara sebagai barang modal bagi bahan baku gas untuk PT PIM adalah bagian dari rencana pengembangan jangka panjang produksi perusahaan ini nantinya. Tidak hanya untuk beberapa tahun saja, tetapi untuk puluhan tahun mendatang,” paparnya.

Incitex, kata mantan Direktur Keuangan PT PIM ini, nantinya akan membangun sebuah pabrik atau semacam reaktor untuk mengubah batu bara menjadi gas yang diperlukan PT PIM. Batu bara yang digunakan dipasok dari wilayah Nagan Raya. ”Pabriknya mungkin baru akan dibangun pada tahun 2010. Butuh waktu empat sampai lima tahun untuk mengerjakannya,” kata Mashudianto.

Mengenai dananya, dia mengaku tidak mengetahui detail nilai investasi yang dikeluarkan perusahaan asal Australia tersebut. ”PIM hanya sebagai pengguna saja. Tidak ikut berinvestasi di dalamnya,” katanya. Dirinya memperkirakan, dibutuhkan empat hingga lima juta ton batu bara per tahun untuk menghasilkan 1,14 juta ton urea. Mashudianto mengatakan, berdasarkan penandatanganan kontrak yang dilakukan akhir 2007, PIM mendapatkan pasokan 110 MMSCFD gas dari Medco E&P selama enam tahun, terhitung sejak kuartal IV 2010. (MHD)