Pemerintah Godok PP Holding BUMN

Jakarta - 21/05/2008 -  Pemerintah sedang melakukan perumusan PP (Peraturan Pemerintah)untuk pembentukan holding BUMN dibidang pertambangan, perkebunan dan pupuk. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Menneg BUMN Said Didu usai upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Rabu (21/5/2008).

"Yang sudah dirumuskan PP-nya adalah IRC (Integrated Resources Company/BUMN tambang), perkebunan dan holding pupuk, sementara untuk holding yang lain masih dikaji dan mudah-mudahan cepat selesai," jelasnya. Sementara untuk BUMN di sektor farmasi dan konstruksi, Said mengatakan untuk BUMN konstruksi akan ada akuisisi oleh BUMN konstruksi yang lebih besar, namun Said tidak menjelaskan secara lebih rinci. "Itu masuk privatisasi karena yang mengakuisisi kan BUMN publik, itu tujuannya untuk menguatkan perusahaan," ujarnya.

Diteruskannya untuk privatisasi ini tidak ada satu pun privatisasi dalam rangka pengurangan jumlah BUMN dengan akusisi ini yang dananya digunakan untuk pemenuhan APBN P. "Setoran ke APBN adalah terhadap perusahaan-perusahaan dimana saham pemerintah mau dijual dan memang harus masuk APBN jadi tidak bisa masuk kantong pribadi," tuturnya.

Said menjelaskan akan ada 17 BUMN dalam rangka pembentukan holding lewat akusisi ini yang diciutkan menjadi 6 BUMN. "Masing-masing akan dilihat yang mana akan mengakuisisi mana," imbuhnya.