2010 PIM Dapat Gas Dari Medco, 2008 Bakal Rugi Lagi

(Serambi Indonesia, 28 November 2007) - PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan Medco Energi Internasional akhirnya menyepakati harga gas sebesar US$ 5/mmbtu. Gas dari Medco itu akan mulai mengalir ke PIM pada tahun 2010. Sementara untuk tahun 2008 PIM dipastikan akan kembali menerima pasokan gas dari Pupuk Kaltim sebanyak 3 kargo seperti tahun ini.

Kalangan PIM sendiri menilai kalau cuma 3 kargo gas yang akan diberikan, maka pada tahun 2008 mendatang PIM akan kembali rugi Rp.35 miliar. “Kemarin mereka lapor ke saya harganya sudah disepakati US$ 5/mmbtu,“ kata Kepala BP. Migas Kardaya Warnika usai penandatanganan Pakta Integritas di Gedung Patra Jasa, Jakarta, Selasa (27/11/2007).

Harga gas yang didapat PIM ini lebih rendah dari harga gas pasar domestik yang sekitar US$ 5,5/mmbtu. Aliran gas dari Medco itu juga sekaligus akan mengatasi paceklik gas di PIM, yang kini terancam mati. Selain harga, Medco dan PIM juga sepakat jika harga pupuk urea internasional naik melebihi US$ 360 per ton, maka keuntungannya dibagi dua antara Medco dan PIM. PIM mendapat 60 % dan sisanya Medco.

Sementara untuk memenuhi kekurangan pasokan gas pada 2008, Kardaya menyatakan, PIM kembali akan mendapat gas melalui pengalihan gas Pupuk Kaltim. “Volume swapnya hampir sama dengan tahun kemarin kita harapkan bisa untuk setahun,” katanya.

Sementara untuk pasokan gas PIM 2009, Kardaya mengaku belum ada kepastian. Bakal rugi lagi Direktur Utama PT. PIM, Mashudianto melalui Sekretaris Perusahaan Usman Mahmud yang ditanyai Serambi via ponsel kemarin petang mengaku, jika volume gas yang diberikan Pupuk Kaltim pada tahun 2008 mendatang sama banyaknya seperti tahun ini (2007), maka praktis PIM akan kembali mengalami kerugian paling tidak sebesar Rp 35 miliar, seperti tahun ini. “Di depan mata kerugian sudah jelas terlihat. Masalahnya, kalau PIM hanya menerima gas 3 kargo (setara dengan 8.806.515 MMBTU = Million Metric British Thermal Unit) seperti tahun ini, itu artinya hanya 25 persen gas yang terpenuhi,” katanya. Padahal, kata Usman Mahmud, kebutuhan gas untuk dua unit pabrik PIM mencapai 12 kargo gas per tahun. Karena itu, dengan jumlah gas hanya tiga kargo, praktis hanya satu unit pabrik yang bisa dioperasikan, ”Jumlah itupun hanya cukup untuk enam bulan, paparnya“. Jadi pada tahun 2008 mendatang, dengan jumlah gas yang diberikan itu PIM bakal rugi lagi,” kata Usman Mahmud.