Pasokan Gas PIM 2008 Terancam Batal

(Detik finance, 21 November 2007) - Pasokan gas Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh untuk 2008 terancam batal. Sementara sejak 7 Oktober 2007, aktivitas dipabrik PIM sudah berhenti total karena tidak mendapat pasokan gas. Demikian penjelasan Dirut PT. PIM Mashudianto dalam jumpa pers di retoran di bilangan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (21/11/07).

Mashudianto menjelaskan, awalnya PIM dimungkinkan mendapat pasokan gas 2008 dari pengalihan kontrak Kilang Arun. Apalagi ada rencana pemerintah mengurangi ekspor LNG ke pembeli di Jepang, untuk kemudian mengalihkannya ke PIM. Keputusan itu merupakan hasil Rakortas Bidang Perkonomian Masalah Perpupukan pada 12 April 2006.

Namun tiba – tiba melalui surat yang dilayangkan Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan pada 25 Oktober 2007, disebutkan bahwa pengalihan LNG tidak bisa dilakukan. Hal ini karena pembeli di Jepang yang terdiri dari Tohoku Electric dan Tokyo Electric ditambah dari Korea Gas (Kogas) tidak bersedia menurunkan volume LNG yang diimpornya dari Indonesia. Saat ini pembeli tidak dapat melakukan pengurangan volume sebagaimana yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.”kata Iin dalam dokumen tersebut.

Tingginya permintaan gas membuat sang pembeli masih pontang panting mencari pasokan tambahan. “Hal ini disebabkan adanya permintaan gas yang tinggi bahkan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan gas, pembeli masih mencari tambahan kargo LNG baik melalui spot maupun kontrak pendek,”lanjutnya.

Mashudianto menyatakan, pihaknya sudah berusaha meminta keterangan dari Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, tapi belum berhasil. “ Kita menunggu kepastian pemerintah, bagaimana tentang pasokan gas 2008. jangan sampai terlambat hingga Januari nanti, kita sudah bingung,” katanya. Seharusnya PT. PIM mendapat pasokan sebanyak 120 MMSCFD atau setara 12 kargo per tahun mulai 1 Januari 2008. Langkah itu merupakan solusi jangka menengah (2008 – 2009) untuk mengatasi kekurangan pasokan gas PT. PIM. Sedangkan untuk jangka panjangnya (2010 – seterusnya) pasokan gas PIM rencananya diambil dari Lapangan Blok A. Diperkirakan lapangan itu bisa memasok selama 6 tahun untuk 2 pabrik dan melalui best effort 5 tahun berikutnya untuk 1 pabrik. Kebutuhan gas untuk dua unit pabrik PIM dengan tingkat produksi 1.14 juta ton urea itu mencapai 110 juta mmscfd. Ia menginginkan, harga gas Kilang Arun sesuai standar ke industri pupuk yang kini antara US$ 3.5-4/MMBTU.