Ekspor Urea Diizinkan Lagi

Jakarta (Kompas, Selasa, 3 April 2007) - Pemerintah kembali membuka keran ekspor pupuk urea. Izin ekspor diberikan kepada PT Pupuk Sriwidjaja, PT Pupuk Kalimantan Timur, dan PT Pupuk Iskandar Muda. Pada tahun ini ketiga perusahaan pupuk itu diizinkan untuk mengekspor 512.000 ton pupuk. Selama April 2006 sampai April 2007, ekspor pupuk dilarang.

Direktur Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Departemen Perdagangan Aang Kanaan Adikusumah di Jakarta, Senin (2/4), menjelaskan keputusan tersebut ditetapkan pemerintah pada 22 Maret berdasarkan rekomendasi Departemen Pertanian, Departemen Perindustrian, dan produsen pupuk. Dijelaskan Aang, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mendapat izin untuk mengekspor 238.000 ton pupuk, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) 170.000 ton, sedangkan PT Pupuk Kalimantan Timur sebanyak 104.000 ton.

Secara terpisah Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian Benny Wahyudi mengungkapkan, Departemen Perindustrian merekomendasikan ekspor pupuk 600.000 ton, tetapi yang disepakati 512.000 ton.

Direktur Utama PT PIM Hidayat Nyakman menjelaskan, izin ekspor itu sangat menolong PT PIM yang baru mulai berproduksi lagi awal April ini. Sebelumnya, PT PIM berhenti berproduksi karena ketiadaan pasokan gas sejak Oktober 2006. Menurut Hidayat, kegiatan produksi yang sempat terhenti membuat PIM tidak diwajibkan memasok pupuk ke dalam negeri. "Hingga enam bulan ke depan kami akan berproduksi 240.000 ton hingga 250.000 ton pupuk atau sekitar 25 persen dari total kapasitas pabrik kami," ujarnya.

Presdir PT Pusri Dadang Heru Kodri menjelaskan, stok urea di dalam negeri sudah mencukupi. Namun, dia tidak bersedia menyebutkan jumlahnya. (DAY)