PT PIM dan Medco Teken MoU Pasokan Gas

Serambi: Industri ; Kamis, 22/03/2007; SUBANG - Industri pupuk akan berbinar lagi di Aceh. PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) dan PT Medco Malaka menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding - MoU) Pasokan Gas yang bersumber dari ladang Blok A.

PT Medco Malaka siap memasok gas untuk kebutuhan PIM sebanyak 110 juta kaki kubik dari Blok A pada kuartal pertama 2010. Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama PT PIM Hidayat Nyakman dan Presiden Direktur PT Medco Malaka, Lukman Mahfoedz, disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menneg BUMN Sugiharto, sejumlah anggota DPR dan pejabat terkait dalam suatu upacara peresmian proyek-proyek bidang minyak dan gas di lokasi sumur pemboran migas SBG-17, Desa Cidahu, Subang, Jawa Barat, Rabu (21/3) kemarin.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan, dengan ditandatanganinya MoU tersebut, maka kekurangan pupuk akibat kekuarangan pasokan gas akan dapat diatasi secara bertahap tahun demi tahun. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengharapkan Blok A bisa segera berproduksi dan digunakan oleh PT PIM. “Mudah-mudahan bisa langsung berproduksi, karena memang pupuk sangat diperlukan. Jangankan di luar negeri, di Aceh sendiri masih kekurangan,” sebut Irwandi menjawab Serambi usai penandatangan MoU tersebut. Ia mengatakan dengan dieksplorasinya gas lapangan Blok A sangat penting artinya bagi kebangkitan industri pupuk di Aceh. “Sangat penting untuk menggerakkan ekonomi, paling tidak di Aceh Utara,” ujar Irwandi.

Anggota DPR RI asal Aceh, Zainal Abidin Hussein menyatakan rasa syukur atas ditandatanganinya MoU antara PIM dan Medco. “Dengan demikian pasokan gas yang selama ini menjadi kendala bagi PIM sudah berhasil di atasi,” sebut anggota Komisi VI DPR yang berkali-kali “menggebrak meja” ketika memperjuangkan aliran gas ke PIM. Zainal mengatakan Aceh akan segera mencatatkan diri sebagai daerah pengahasil pupuk terpenting di Indonesia. “Ini membuktikan bahwa investor sangat meminati Aceh. Saya kira hal ini merupakan buah dari perdamaian di Aceh,” sebut Zainal Abidin Hussein yang lahir dan besar di Aceh Utara.

Dirut PIM Hidayat Nyakman mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti MoU tersebut dan dijadwalkan perjanjian induk kesepakatan jual beli gas dengan Medco bisa diteken pertengahan tahun ini. “Diperkirakan awal 2010 gas sudah mengalir dari Blok A ke PIM. Ini sangat besar maknanya terhadap industri pupuk ke depan,” ujar Hidayat Nyakman. Medco menjadi operator di Blok A setelah mengambil alih saham ConocoPhillips. Medco memilki saham 41,67 persesn di blok itu memiliki mitra kerja Premier Oil dan Japex. Blok A merupakan blok eksplorasi di Aceh akan bisa mengatasi defisit pasokan gas yang membuat PT PIM nyaris berhenti beroperasi. Pabrik PIM 1 dengan kapasitas produksi 570 ribu ton urea per tahun membutuhkan gas 33 MMBTU per ton. Pabrik PIM-2 dengan kapasitas produksi yang sama membutuhkan 27 MMBTU per ton.(fik)