PIM Rugi US$ 840 Ribu Setiap Hari

TEMPO Interaktif, Jakarta, 21-09-05 :PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mengalami kerugian lebih dari US$ 840 ribu per hari akibat tidak beroperasi. Untuk sementara PIM tidak beroperasi karena pasokan gas untuk bahan baku pupuk urea belum diperoleh.

"Sehari kami dapat memproduksi 3.500 ton pupuk, harganya US$ 240 per ton. Itu kerugian kami," ujar Direktur Utama PIM, Hidayat Nyakman, ketika dihubungi Tempo, Selasa (20/9). Pemerintah, menurutnya, belum memberikan janji adanya kompensasi atas kerugian itu, termasuk jaminan tersedianya gas dalam waktu dekat. "Pemerintah tidak bilang kapan akan ada pasokan gas, hanya janji secepatnya," ujar Hidayat. Hidayat berharap PIM sudah dapat beroperasi lagi bulan ini. "Jangan sampai tidak beroperasi hingga akhir bulan, dampaknya lebih besar lagi," katanya berharap. Sampai akhir tahun, PIM membutuhkan dua kargo gas. Saat ini Pertamina dan Badan Pelaksana Migas terus berupaya mencari gas ke luar negeri seperti ke pasar spot. Negosiasi dengan negara-negara produsen gas di Timur Tengah, seperti Qatar dan Oman, juga terus dilakukan. Meski tidak beroperasi, namun Hidayat mengaku 1.200 karyawan PIM dan 2.500 karyawan lepas PIM tetap masuk seperti biasa. "Maintenance, perbaikan mesin, sehingga langsung siap begitu ada pasokan gas," jelas Hidayat. ----- Indriani Dyah S