Pemerintah Tetap Komitmen Pertahankan PIM

Jakarta, 20-09-05. Menteri Negara BUMN Sugiharto menegaskan, pemerintah tetap berupaya mempertahankan kelangsungan operasi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) meskipun kepastian pasok gas alam cair (LNG) ke perusahaan itu belum diperoleh.

"Kita mengupayakan untuk mencari alternatif pasokan gas bagi PIM yang sudah terhenti aktivitasnya sejak 9 September lalu," katanya di sela-sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR-RI, di Jakarta, Senin (19/9) malam. Menurutnya, untuk mempertahankan PIM, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, clan Menteri BUMN, telah menyepakati alternatif pasokan LNG, yaitu melakukan pertukaran (swap) satu kargo yang sedianya dikirim ke Korea dari ExxonMobil di Blok LNG Arun 3.

"Sedangkan satu kargo masih dalam pengupayaan mencari di pasar internasional. Dua kargo ini diharapkan dapat menjalankan aktivitas PIM hingga dua bulan produksi," imbuhnya. Ia menjelaskan, dirinya sudah menandatangani surat bersama dengan Menkeu Jusuf Anwar, Exxon tetap memasok gas ke PT PIM.

"Dalam jangka pendek pasok bisa diusahakan dari Exxon, namun dalam jangka panjang agak sulit karena harga di pasar saat ini relatif tinggi," kata Sugiharto.

Hal itu disebabkan kondisi di pasaran sangat terbatas terkait melonjaknya harga minyak hingga sekitar 66 dolar AS per barel, serta kerusakan sejumlah kilang migas di beberapa negara.

Pemerintah juga sedang mencari solusi lain melobi negara produsen LNG seperti Qatar clan Oman untuk memasok gas, namun hingga kini belum ada konfirmasi soal kepastiannya. "Presiden RI juga sudah setuju kita layangkan surat ke pemerintah Qatar untuk mau memasok LNG," tuturnya.

Sumber : Ant.
Penulis : Dna.