PIM Tetap Beroperasi, AAF Tutup

Jakarta, Kompas, 20-09-05 - Menteri Perindustrian Andung A Nitimihardja dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (19/9) di Jakarta, menegaskan, pemerintah telah memutuskan untuk menyelamatkan PT Pupuk Iskandar Muda yang hingga saat ini menghadapi masalah kekurangan pasokan gas.

Namun berbeda dengan nasib PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF) karena dalam RUPSLB pada tanggal 17 September 2005 telah diputuskan untuk melikuidasi pabrik pupuk tersebut karena tidak ada lagi harapan untuk mendapatkan pasokan gas. Menurut Andung, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) akan tetap dipertahankan karena sepenuhnya milik pemerintah meski pasokan gasnya belum jelas. Kini pemerintah tengah mengupayakan penyelamatan, setidaknya hingga akhir tahun 2005 dengan membeli dua kargo gas bumi dengan harga internasional sebesar 10 dollar AS per juta British thermal unit (MMBTU) atau 29 juta dollar AS per kargo. Kini pemerintah sedang mengupayakan pembelian LNG dari Timur Tengah sebagai substitusi penundaan pengiriman LNG dari Kilang LNG Arun ke pembeli di Korea Selatan.

Sementara itu, Pertamina dan BP Migas juga berusaha mencari tujuh kargo pengganti LNG untuk pembeli Jepang dan Korea. Akibat perbedaan harga internasional, diperlukan dana dari pemerintah untuk menanggung selisih harga pasar karena kemampuan PIM untuk membeli gas bumi hanya 4 dollar AS per MMBTU. Dia mengakui, skala ekonomi produksi PIM tidak tercapai walaupun semua produknya diekspor karena harga gas yang tinggi tersebut. Menyinggung Operasional PT Kertas Kraft Aceh, pabrik secara teknis bisa beroperasi kembali. Namun, untuk itu diperlukan pembiayaan yang cukup besar guna restrukturisasi utang, perbaikan mesin, dan modal kerja. (BOY)