PIM Berhenti Karena Pipa Rusak * Karyawan masuk seperti biasa

JAKARTA (Serambi Indonesia, 15-09-05) - Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, (BPMIGAS), Kardaya Wardika, mengemukakan, terhentinya produksi Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh disebabkan adanya perbaikan pipa “orifice” (ORF), dan bukan karena ketiadaan pasokan gas.

“Tadi saya sampaikan kalau berhentinya (PIM) bukan karena tidak ada gas, tapi pipa ’orifice‘nya sedang diperbaiki. Informasi itu sudah kita sampaikan bahwa gas ke PIM akan mengalami kendala untuk beberapa hari ini,” kata Kardaya Wardika usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR-RI di Gedung MPR-DPR, Senayan, Jakarta, Rabu. Pernyataan Kardaya itu bertolakbelakang dengan pernyataan Humas ExxonMobil, Deva Rahman pekan lalu yang menyatakan penghentian suplai gas ke PT PIM hanya satu hari, karena adanya perbaikan instalasi milik ExxonMobil. Perbaikan itu sifatnya sebagai pemeliharaan rutin. “Suplai hanya terhenti satu hari,” kata Deva kala itu. Belakangan suplai itu terhenti hingga kemarin, dan memunculkan berbagai spekulasi mengenai nasib PT PIM. Masalahnya PT PIM telah kehabisan kontrak pasok sejak tanggal 7 September, setelah mendapat pasokan satu kargo untuk satu bulan terhitung sejak tanggal 5 Agustus 2005. Kardaya menjelaskan, setelah proses perbaikan pipa yang menuju ke kilang tersebut selesai, produksi akan kembali berjalan dan pihaknya juga telah meminta ExxonMobile untuk tetap memasok gas ke perusahaan tersebut. “Proses ’maintenance‘ dijadwalkan berlangsung satu minggu,” katanya. Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII, Sonny Keraf, ia juga mengatakan bahwa pihak ExxonMobile telah menyanggupi permintaan pasokan sepanjang mereka memiliki persediaan kargo-kargo. Sementara dalam perbaikan, Kardaya menjelaskan sebenarnya pihaknya terus mengupayakan agar PIM bisa tetap berproduksi. “Upayanya ada dua; mencari kargo LNG dari luar dan penurunan komitmen dengan pembeli kargo Pertamina. Kalau dapat dua-duanya, kita lihat mana yang terbaik bagi negara,” tambahnya. Dikatakannya, BPMIGAS tengah bernegosiasi dengan Jepang, Korea, dan Taiwan agar mereka dapat mengurangi valume kargo yang dipesan dari Pertamina. “Korea sudah mengindikasikan pengurangan komitmen untuk tahun ini,” jelasnya.


# Tetap masuk kerja #

Walaupun operasional produksi terhenti, seluruh karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) masih tetap masuk kerja seperti biasa. Drs Sulaiman Porang dari Divisi Humas PT PIM kepada Serambi sesaat sebelum acara penarikan pasukan Brimob Polda NAD di Pelabuhan Umum, Kerueng Geukueh, Rabu (14/9) mengatakan, seluruh karyawan masih masuk kerja seperti biasa. Hal itu karena selain produksi yang terhenti aktivitas lainnya masih seperti biasa. Di pintu gerbang utama komplek pabrik yang bersebelahan dengan komplek perumahan, petugas Satpam masih terlihat bertugas seperti biasa. Misalnya setiap karyawan diperhatikan dan juga tamu-tamu yang masuk. Begitu juga tentang pergantian jam dinas karyawan masih tetap berlangsung sesuai ketentuan. “Kita masih tetap menunggu,” kata Sulaiman Porang sedikit pesimis. PT PIM pernah menghadapi kondisi tak menentu pada bulan Juli lalu. Namun, waktu itu pemerintah pusat berhasil mendapatkan satu kargo gas untuk kelangsungan produksi pabrik pupuk tersebut selama satu bulan terhitung sejak 5 Agustus -6 September 2005. Saat ini pabrik yang hidup hanya satu yang beroperasi yaitu satu pabrik amoniak dan satu unit Urea. Produksi pupuk yang dihasilkan perhari sebanyak 1.750 ton dan 1000 ton amoniak.