Industri: Pasokan Gas Untuk PIM Aman Hingga Oktober

JAKARTA (Media, 06-09-05): Pasokan gas untuk pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Aceh, dipastikan tetap mengalir pada 7 September sampai akhir Oktober 2005. Dengan demikian, PIM masih bisa bernafas sementara waktu untuk memasok pupuk di wilayah bagian utara Sumatra maupun memenuhi komitmen ekspor.

Menteri BUMN Sugiharto mengatakan pemerintah telah menandatangani kontrak jaminan untuk pengadaan gas PIM sebanyak satu kargo guna kebutuhan selama dua bulan. "Pemerintah telah menandatangani jaminan, kemarin. Insya Allah gas akan tetap mengalir pada 7 September," kata Menteri BUMN dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, kemarin.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan rapat koordinasi, Minggu (4/9), dengan Wapres, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal ini sebagai tindak lanjut dari kebijakan Presiden untuk tetap menyelamatkan PIM sebagai aset nasional dan sentra ekonomi bagi masyarakat Aceh.

Sebelumnya, Exxon Mobil Oil Indonesia Inc sudah melayangkan surat tentang batas akhir pasokan gas alam kepada PT PIM . Mereka memberi tenggat waktu pasokan gas untuk produksi sampai 8 September 2005 dan bisa diperpanjang untuk perawatan mesin hingga 11 September 2005. Berdasarkan kesepakatan antara Exxon, BP Migas, dan Pertamina pada 9 Juli 2005, PT PIM mendapat satu kargo gas dari Exxon atau setara 2,918 juta million metric british thermal unit (MMBTU).

Gas alam merupakan bahan baku utama pembuatan pupuk urea yang dibutuhkan pada petani. Menyikapi hal ini, Dirut PT PIM Hidayat Nyakman menyambut baik dukungan pemerintah tersebut. Tetapi PIM masih berharap pemerintah menyediakan satu kargo gas lagi untuk kebutuhan hingga akhir tahun. "Kami juga menunggu pengalihan satu kargo gas alam cair dari Qatar. Ke depan, kita harus membuat kebijakan yang komprehensif untuk dua sampai tiga tahun ke depan sampai gas Blok A berproduksi," ujar Hidayat.

Dia mengakui, PIM sempat mengkhawatirkan kepastian pasokan gas mengingat melambungnya harga gas alam di pasar internasional seiring perkembangan harga minyak mentah. PIM bersedia membayar sebesar US$5,5 per MMBTU untuk gas alam dari Exxon minimal dua kargo (enam juta MMBTU). Namun, soal harga ini tergantung pada negosiasi dengan Exxon yang difasilitasi BP Migas. "Diharapkan dalam satu atau dua hari ini kami membahas soal ini," ungkap Hidayat. (Wis/E-2)