EMOI Pasok Gas, PIM Tetap Operasi

Jakarta, Kompas, 11 Juli 2005 - ExxonMobil Oil Indonesia akhirnya memasok gas alam sebanyak 60 juta British thermal unit per hari sehingga pabrik Pupuk Iskandar Muda tetap bisa beroperasi. Kontrak pasokan gas ditandatangani antara pihak EMOI dan PIM pada Minggu (10/7) sekitar pukul 19.50 WIB. Demikian dikatakan Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Hidayat Nyakman di Jakarta.

Malam ini kami telah menandatangani kontrak dengan EMOI untuk pasokan gas setara satu kargo LNG atau sebanyak 2,918 juta MMBTU (British thermal unit Red). Dengan gas sebanyak itu, PIM akan bisa beroperasi selama 50 hari ke depan, ujar Hidayat Nyakman. Menurut Hidayat, pasokan gas akan mulai dialirkan pukul 00.01 hari ini (Senin 11/7). EMOI bersedia memasok gas ke PIM setelah ada jaminan dari pemerintah untuk menyiapkan satu kargo LNG sebagai pengganti pasar ekspor. Nasib PIM tertolong setelah pemerintah dalam rapat yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan akan membeli satu kargo LNG. Pertamina dan BP Migas akan segera mencari satu kargo LNG di pasar spot. Mengenai harga gas alam yang diperoleh dari EMOI, Hidayat mengatakan, masih tetap sesuai dengan kemampuan PIM sebesar 6,55 dollar AS per MMBTU. Jika harga pembelian satu kargo LNG ternyata lebih tinggi, berarti pemerintah yang akan menanggung selisih harganya. Sebelumnya, pihak EMOI telah melayangkan surat kepada PIM mengenai rencana penghentian pasokan gas alam (Kompas 9/7). Berdasarkan surat tersebut, pihak PIM memulai proses penghentian pengoperasian pabrik.
 

# Karyawan bersyukur #

Instruksi agar proses penghentian pengoperasian dibatalkan diterima Kepala Kompartemen Produksi PIM Bambang Sedewo sekitar pukul 15.15 (Minggu 10/7) atau lewat 15 menit dari rencana penghentian mesin produksi urea. Instruksi dari Hidayat langsung disambut karyawan dengan rasa syukur. Kami senang dan terharu mendapat kabar kalau PIM masih bisa beroperasi walaupun hanya mendapat pasokan gas untuk dua bulan, kata Usman Mahmud, Sekretaris Perusahaan PIM. Sabtu lalu, penghentian operasi PIM diketahui karyawan melalui telekonferensi dengan Hidayat yang berada di Jakarta. Saat itu Hidayat mengatakan PIM tidak mungkin beroperasi tanpa adanya pasokan gas. Juru bicara ExxonMobil, Deva Rachman, mengutarakan, pihak EMOI sudah menyampaikan informasi kepada pemerintah bahwa tak ada gas yang cukup untuk pabrik pupuk di Aceh sejak 10 tahun lalu. Bahkan, kondisi itu juga berlaku bagi kontrak jangka panjang pasokan LNG. Produksi gas di daerah yang dioperasikan oleh EMOI di Aceh mengalami penurunan secara alami sejak tahun 1995 dan lebih dari 90 persen cadangan gas telah diproduksi. Angka produksi tersebut tidak memungkinkan untuk ditingkatkan lagi. Selama lebih dari 30 tahun terakhir, EMOI telah melakukan investasi di Aceh. EMOI telah memasok gas ke PIM berdasarkan kontrak yang berjangka 20 tahun yang berakhir tahun 2003, tetapi terus memasok gas ke PIM berdasarkan perjanjian penjualan gas yang dapat diinterupsi dengan jumlah kuantitas yang telah disepakati EMOI dan PIM pada 31 Desember 2004. Oleh: Buyung W Kusuma/Reinhard Nainggolan