PIM Batal Tutup Pabrik

JAKARTA, Investor Daily Online, 11 Juli 2005. Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Hidayat Nyakman mengungkapkan, PIM batal menutup pabrik setelah PT ExxonMobil Oil Indonesia bersedia mengirim satu kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG).

"Setelah melalui rapat di BP Migas, Exxon akhirnya menyetujui mengirimkan satu kargo, sehingga pasokan gas, setidaknya untuk bulan ini, aman," kata Hidayat kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (10/7).

PIM sedianya menghentikan operasi mulai Minggu (10/7) pukul 00.00 WIB setelah industri pupuk di Aceh Naggroe Darussalam (NAD) itu menghentikan operasi secara bertahap sejak Jumat (8/7) karena tidak adanya pasokan gas (bahan baku pupuk). Sampai Minggu pukul 19.30 WIB, manajemen PIM masih menunggu kedatangan satu kargo LNG dari ExxonMobil. "Kami yakin pasti datang sesuai kesepakatan di BP Migas akhir pekan lalu," tandasnya. Namun, dia tidak menjelaskan dari mana dana untuk membeli LNG itu. Dia juga tidak merinci berapa harga yang disepakati Exxon dan pemerintah. PIM membutuhkan LNG sebanyak 12 kargo untuk kegiatan produksi selama setahun, masing-masing enam kargo untuk PIM-1 dan enam kargo untuk PIM-2. Namun, sejak akhir tahun lalu, pasokan LNG dari Exxon tersendat, sehingga PIM hanya mengoperasikan satu pabrik. Berdasarkan pengakuan manajemen Exxon, pasokan LNG ke PIM tersendat karena menipisnya cadangan gas yang diproduksi perusahaan berbasis di Amerika Serikat (AS) itu. Di sisi lain, Exxon juga sudah terikat kontrak ekspor dengan sejumlah pembeli. Dalam wawancara dengan Investor Daily, Jumat (8/7), Hidayat Nyakman sempat melontarkan kekecewaannya kepada pemerintah. Menurut dia, manajemen PIM sudah menempuh berbagai macam cara agar pabrik tetap beroperasi. "Kami sudah mengadu kepada presiden, wakil presiden, termasuk melontarkannya pada sidang kabinet dan rapat di DPR. Tapi akhirnya tetap seperti ini. Janji pemerintah untuk mempertahankan PIM ternyata tidak dapat dipenuhi," tuturnya. Hidayat mengungkapkan, ExxonMobil melayangkan surat pemberitahuan penghentian pasokan gas kepada manajemen PIM pada Jumat (8/7). Penutupan pabrik merupakan skenario terburuk yang disiapkan pemerintah. Jika skenario ini dilaksanakan, PIM berhenti beroperasi selama tiga tahun sambil menunggu pasokan LNG dalam kontrak baru pada 2008. Berdasarkan rencana pemerintah, pada 2008 produksi gas alam di Blok A di NAD bisa disalurkan kepada pabrik pupuk. Blok A merupakan lapangan gas yang dioperasikan ExxonMobil selain lapangan lain di Lhok Sukon (NAD).(c75) har