Depkeu Cairkan Dana Talangan Impor Gas PT PIM

Jakarta, Kompas, 17 Juni 2005 - Departemen Keuangan, setelah melakukan kajian mendalam arus kas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), akhirnya mencairkan dana talangan sebesar 16 juta dollar AS. Dana talangan itu akan dipakai menutup sebagian besar biaya impor satu kargo gas alam cair untuk produksi pupuk urea. Demikian dikatakan Menteri Keuangan Jusuf Anwar seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Jakarta Fair, Kamis (16/6), di Arena Pekan Raya Jakarta, Bandar Kemayoran.

Harga gas di pasar spot untuk satu kargo diperkirakan mencapai 23 juta dollar AS. PT PIM saat ini memiliki dana sebesar 7 juta dollar AS. Dengan demikian, kekurangannya sejumlah 16 juta dollar AS itulah yang ditalangi pemerintah. Sebagai informasi, satu kargo gas volumenya mencapai 3 juta MMBTU. Apabila harga satu kargo gas alam cair mencapai 23 juta dollar AS, berarti harga gas per 1 MMBTU mencapai 7,6 dollar AS. "Dalam sidang kabinet yang lalu telah diputuskan, dibutuhkan dana sebesar 23 juta dollar AS lebih. Setelah kami periksa arus kas PIM, mereka hanya punya 7 juta dollar AS. Jadi, kami drop sebesar 16 juta dollar AS ke PIM beberapa hari lalu," ujar Jusuf. Menurut Jusuf, dana yang tersisa di kas PIM memang hanya sebesar 7 juta dollar AS dari hasil ekspor pupuk yang dilakukan PIM. "Kami tidak bisa minta lebih karena uang di kantong mereka sudah tidak ada lagi," katanya.


# Bukan dari APBN #

Adapun mengenai sumber dana talangan yang dicairkan Depkeu, Jusuf mengatakan, bukan berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005. "Itu berasal dari dana trust fund (dana amanah, merupakan dana yang disepakati Pertamina dan Depkeu untuk menampung hasil dan pembayaran minyak dan gas-Red)," jelas Menkeu. Menurut Jusuf, dana talangan sebesar 16 juta dollar AS itu harus dikembalikan setelah masalah impor gas beres dan ekspor pupuk mereka masuk ke pasar. Nantinya, setelah semuanya beres dan PIM sudah bisa berproduksi dengan baik, dana itu harus dikembalikan. Direktur Utama PT PIM Hidayat Nyakman mengakui, Depkeu telah melayangkan surat cairnya dana talangan itu. Dana talangan itu harus dikembalikan penuh dari hasil penjualan pupuk di pasar ekspor. "Kami tidak dipinjami, tetapi ditalangi dan itu harus kembali penuh. Kami harus melihat dulu perkembangan pasar untuk memastikan berapa harga jual pupuk urea di pasar dunia," kata Hidayat. Apabila harga jual di pasar ekspor turun tajam, Konsekuensinya terlalu besar bagi PIM. Saat ini manajemen PIM terus mengikuti perkembangan pasar urea secara cermat untuk mempertimbangkan apakah tepat menjual ke pasar atau tidak dengan dana yang mahal itu. Sebagai gambaran, untuk memproduksi pupuk urea granula satu ton dari pabrik yang baru, diperlukan bahan baku gas sebanyak 30 MMBTU atau biayanya 228 dollar AS. Untuk pabrik lama butuh 40 MMBTU atau 304 dollar AS. Besaran itu belum termasuk biaya produksi. Berarti harga ekspor harus lebih tinggi untuk mengembalikan dana talangan.(har/inu/ast)