BP Migas Minta ConocoPhilips Percepat Eksplorasi Gas di Blok A

Jakarta. 19/04/04, Kompas - Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) Kardaya Warnika mengatakan, pihaknya telah meminta kontraktor ConocoPhilips untuk segera memulai kegiatan eksplorasi di Blok A, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tahun 2005. Tujuannya, agar kekurangan pasokan gas alam untuk pabrik pupuk di Lhok Seumawe dapat teratasi pada tahun 2008.

"Kami telah bertemu dengan pengelola Blok A, untuk mengingatkan agar segera melakukan kegiatan eksplorasi. Kita berharap, tahun ini sudah mulai dieksplorasi, sehingga dua tahun kemudian sudah bisa memproduksi gas alam," ujar Kardaya di Jakarta, hari Senin (18/4).

BP Migas bahkan telah memanggil pihak ExxonMobil yang memiliki saham 50 persen di Blok A untuk mendukung rencana pemerintah mengamankan pasokan gas bagi pabrik pupuk di Lhok Seumawe. Pemerintah meminta komitmen ExxonMobil, dan tidak terlalu lama untuk mengambil keputusan untuk meningkatkan investasinya di Blok A. Menyinggung negosiasi porsi bagi hasil antara pemerintah dan ConocoPhilips sebagai pengelola Blok A, Kardaya mengatakan saat ini belum ada kata sepakat. Pemerintah berharap, ConocoPhilips mau menerima pembagian porsi bagi hasil yang lebih kecil dari pemerintah. Salah satu opsi yang diminta pemerintah adalah 51 persen untuk pemerintah dan 49 persen untuk kontraktor, sementara ConocoPhilips meminta bagian 50 persen. Sementara kontrak pengelolaan lapangan gas yang berlaku selama ini sebesar 70 persen untuk pemerintah dan 30 persen untuk kontraktor. Bagi hasil pada Blok A berbeda karena lapangan tidak ekonomis jika memakai bagi hasil yang lazim. Hal itu karena lapangan marjinal, cadangan gas sedikit, dan gas mengandung sulfur tinggi sehingga membutuhkan biaya tinggi untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi.


# Harga gas #

Dari catatan Kompas, permintaan ConocoPhilips untuk mendapatkan bagi hasil 50 persen di Blok A, agar harga gas bisa dijual 3,2 dollar AS per juta British thermal unit (MMBTU). Jika persentase bagian ConocoPhilips diperkecil, sebagai kompensasi harga gas akan naik. Saat ini, pasokan gas alam dari lapangan gas Arun milik ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) semakin berkurang dari tahun ke tahun. Akibatnya, ekspor LNG dari Arun tahun 2005 diperkirakan hanya 58 kargo dibandingkan tahun 2002 yang mencapai 113 kargo. (BOY)