Pemerintah Rombak Direksi BUMN Pupuk

JAKARTA, (Media, 29-09-04): Pemerintah merombak hampir semua jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) pupuk melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) sebagai induk perusahaan pupuk nasional. Namun, pergantian ini dinilai tidak etis karena berdekatan dengan akhir masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Pengamat ekonomi Indef Dradjad Wibowo kepada Media, kemarin, mengungkapkan tindakan dari Kementerian BUMN mengganti sejumlah direksi BUMN pupuk ini dinilai tidak etis karena sepatutnya hal ini dilakukan sudah setahun lalu. "Tujuan dari pergantian ini tidak jelas. Apakah untuk meningkatkan kinerja BUMN itu atau hanya bagi-bagi posisi. Ini sama saja menodong pemerintahan yang baru. Apalagi dilakukan secara diam-diam," kata Dradjad yang juga telah mengetahui pergantian jajaran direksi BUMN ini.

Menurutnya, jika Menteri BUMN Laksamana Sukardi berkeinginan meningkatkan kinerja BUMN tersebut seharusnya dilakukan setahun yang lalu, sehingga manajemen perusahaan dapat melaksanakan program dari Kementerian BUMN. "Kalau dilakukan sekarang tentu direksinya tidak bisa apa-apa, karena arah dari pemerintahan baru ini sudah berbeda dibandingkan pemerintah sekarang," kata calon anggota DPR dari PAN ini.

Sementara itu, Dirut PT Pusri Dadang Heru Kodri menjelaskan pergantian atau peremajaan direksi Pusri maupun anak perusahaan tersebut sudah direncanakan pemerintah sejak akhir 2003. "Pergantian tersebut tidak dilakukan diam-diam, karena prosesnya sejak akhir 2003 sudah ada rencana peremajaan," ujar Dadang. Dia juga membantah soal isu yang menyebutkan pergantian direksi yang dilakukan diam-diam, karena undangan hanya berupa pesan singkat di telepon seluler. Pergantian sejumlah direksi BUMN pupuk dilakukan melalui RUPSLB di kantor PT Pusri kemarin sore, yang dihadiri para komisarisnya antara lain Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Deperindag Rifana Erni. Melalui surat KEP-91/MBU/2004 Kementrian BUMN tertanggal 9 September 2004 sebenarnya telah menunjuk direksi baru dari PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) yang merupakan induk perusahaan BUMN pupuk dan direksi baru anak perusahaan PT Pusri untuk ditetapkan dalam RUPSLB. Keputusan Menteri BUMN tersebut hanya mengganti direksi BUMN pupuk, sedangkan para direktur utama tidak diganti, kecuali PT Pupuk Kujang yang direktur utamanya kini menduduki posisi Dirut PT Pupuk Sriwijaya yaitu Dadang H Kodri menggantikan Zainal Soedjais. Sedangkan Dirut PT Pupuk Kujang sekarang adalah Aas Asikin Idat. Nama-nama Direksi baru di PT Pusri sesuai keputusan Menteri BUMN tersebut adalah Direktur Produksi Indra Jaya, Direktur Teknik & Pengembangan Sutarto Budidarmo, Direktur Pemasaran Bowo Kuntohadi, Direktur Keuangan Wiyas Y Hasbu, dan Direktur SDM & Umum Djafarudin Lexy. Di jajaran PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) Tbk yang dipimpin Dirut Omay K Wiriatmadja, direksi barunya adalah Direktur Produksi Suhardi Rachman, Direktur Teknik & Pengembangan Robby Subianto, Direktur Pemasaran Ida Bagus Agra Kusuma, Direktur Keuangan Eko Sunarko, dan Direktur SDM & Umum Jusri Minansyah. Di PT Petrokimia Gresik yang dipimpin Dirut Arifin Tasrif, jajaran direksi barunya adalah Direktur Produksi Mustofa, Direktur Teknik & Pengembangan Firdaus Syahril, Direktur Pemasaran Bambang Tjahjono, Direktur Keuangan T Nugroho Purwanto, dan Direktur SDM & Umum Bambang Setiobroto. Di PT Pupuk Kujang, Direktur Produksi Supodo Damar Setiadi, Direktur Teknik & Pengembangan Muhammad Husein, Direktur Keuangan Achmad Tossin Sutawikara, dan Direktur SDM & Umum Ade Suryanti. (Wis/Sdk/E-2)