Pemerintah Pertimbangkan Sejumlah Opsi untuk Atasi Pasokan Gas di Aceh

Jakarta, Kompas, 27-08-2004, Rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Presiden Megawati Soekarnoputri merekomendasikan sejumlah opsi untuk dikaji terlebih dahulu dalam penyelesaian masalah terhentinya pasokan gas ke empat industri di Aceh dari ExxonMobil Oil Indonesia.

Opsi tersebut adalah opsi jangka pendek untuk tahun 2004, yaitu pengalihan pipa gas dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) II yang rusak ke pipa gas di PT PIM I. Opsi jangka menengah 2005-2008, yaitu kargo yang di-swap (tukar) untuk pengisian gas ke dalam pabrik. Selanjutnya, opsi jangka panjang tahun 2008 dan seterusnya, yaitu pengembangan lapangan gas baru di Blok A, Lhok Seumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Demikian disampaikan Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro seusai rapat koordinasi terbatas di Istana Negara, Kamis (26/8).

Menurut Dorodjatun dan Purnomo, opsi-opsi itu masih harus dikaji dan dibicarakan lagi secara rinci, di antaranya dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta salah satu perusahaan kontrak bagi hasil, yaitu ConocoPhillips, sebelum diputuskan dalam Sidang Kabinet, Kamis pekan depan.

Sebelumnya, presiden diminta turun tangan mengatasi terhentinya pasokan gas ke empat industri di Aceh dari ExxonMobil Oil Indonesia yang telah berlangsung beberapa bulan lalu. Keempat perusahaan adalah tiga industri pupuk, yakni PT PIM I, PIM II, dan PT ASEAN Aceh Fertilizer, serta pabrik kertas PT Kertas Kraft Aceh. "Jangka pendek, PIM II itu masih rusak sampai akhir tahun. Karena masih rusak, maka gas dimasukkan dulu ke PIM I. Bagaimana ke depan? Ke depan dewa penolong kita adalah lapangan gas Blok A. Akan tetapi, kalaupun kontrak lapangan Blok A diteken sekarang, itu baru bisa berproduksi tahun 2008. Dan, itu memerlukan insentif khusus, di antaranya anggaran negara," kata Purnomo. Untuk tahun 2005, 2006, dan 2007, Purnomo mengatakan masih ada kekurangan. "Yang mesti dilakukan, karena masih ada kekurangan kargo untuk mengisi pabrik pupuk itu, maka salah satu alternatifnya adalah swap dengan LNG Bontang. Akan tetapi, petunjuk presiden, supaya itu dibahas lebih rinci lagi sebelum diputuskan," ujarnya. (har/ely)