2004, Pupuk Iskandar Muda Sulit Raih Laba

TEMPO Interaktif (Senin, 10 Mei 2004), Jakarta: PT Pupuk Iskandar Muda akan sulit meraih laba untuk 2004 bila tidak ada kepastian pasokan gas dari ExxonMobil. "Untuk akhir tahun ini kami sulit memperoleh laba," kata Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda Hidayat Nyak Man, dalam acara dengar pendapat dengan Komisi V di Jakarta, Senin (10/5).

Semula, seperti yang dipaparkan oleh Hidayat, pihaknya memperkirakan laba untuk 2004 ini berkisar Rp 41,8 miliar. Namun, jumlah ini sepertinya akan sulit tercapai karena pasokan gas sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk tidak menentu. "Sebelumnya kami memang tidak memiliki kontrak pasokan gas bumi dengan ExxonMobil. Mereka akhirnya bertindak semaunya," kata dia. Sampai saat ini, jelas Hidayat, masih berlangsung negosiasi dengan ExxonMobil. "Kami sudah nego selama satu tahun berjalan ini, tapi tidak ada kepastian kontrak," kata dia.

Selama ini yang menjadi dasar hukum pasokan gas bumi ke PT Pupuk Iskandar Muda hanyalah berupa letter of intent tertanggal 30 Desember 2003, yang hanya berjangka waktu satu tahun. Pupuk Iskandar Muda wajib membayar 100 persen harga pasokan di muka setiap bulannya berdasarkan rencana pemakaian. Harga perMMBTU US$ 1,85 yang masih ditambah toll free US$ 0,02215 perMMBTU. "Selama ini, kami hanya mendapat pasokan 57 BBTUD. Padahal, kebutuhan gas kami sekitar 72 BBTUD," kata Hidayat. Menurut dia, dengan pasokan hanya 57 BBTUD pabriknya tidak bisa beroperasi secara maksimal, alias hanya 80 persen. "Dengan kapasitas segitu tidak ekonomis. Baru bisa optimal kalau kapasitasnya 85 persen," kata dia. Tahun 2003 PT Pupuk Iskandar Muda memperoleh laba sebesar Rp 35,6 miliar setelah dipotong pajak. Tahun sebelumnya, labanya Rp 53,6 miliar. Anastasya - Tempo News Room