4 Sektor BUMN Segera Diaudit Teknologi

ATAMBUA, NTT (Bisnis): Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera melakukan audit teknologi terhadap BUMN yang bergerak di empat sektor industri yakni pupuk, kelistrikan, kereta api, dan industri kertas. Menristek/Kepala BPPT M. Hatta Radjasa menjelaskan audit teknologi terhadap empat sektor industri itu akan dilakukan mulai bulan depan sambil menunggu dana pembiayaan dari APBN.

"Saat ini kendala yang kami hadapi adalah belum turunnya dana dari pemerintah. Namun kami sudah melaporkan ke sidang kabinet dan Menko Perekonomian sudah menyetujui audit teknologi itu," ujarnya di sela-sela acara pemberian bantuan 500 Unit PTLS, kemarin. Hatta mengatakan audit tekonogi terhadap empat sektor industri tersebut perlu dilakukan dengan tujuan a.l. untuk mengetahui tingkat efisiensi produksi serta mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kinerja usaha. "BUMN-BUMN yang bergerak di sektor-sektor itu merupakan aset bangsa yang perlu dipertahankan. Karena itu dengan mengetahui tingkat efisiensi masing-masing sektor industri tersebut maka akan mempermudah pemerintah untuk melakukan langkah kebijakan," ujarnya. Khusus terhadap perusahaan kertas yang menggunakan bahan baku kayu seperti PT Toba Pulp Lestari (TPL), BPPT akan melakukan audit setelah perusahaan itu beroperasi kembali. "Langkah ini diperlukan supaya polutan yang dihasilkan pabrik itu tidak mencemari." Menyinggung rencana audit teknologi terhadap tiga pabrik pupuk di Aceh, menteri mengatakan audit hanya akan dilakukan terhadap PT Asean Aceh Fertilizer (PT AAF) saja, sedangkan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) 1 dan PIM 2, tidak akan dilakukan audit. (dle) Loek